Gubernur Pramono dan Mensos Saifullah Yusuf Bahas Sekolah Rakyat, DKI Siapkan Lahan dan Integrasi Data Bantuan
📅 Jumat, 24 Okt 2025, 17:20 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Istimewa
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima kunjungan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di Balai Kota Jakarta, Jumat (24/10). Pertemuan itu membahas sejumlah program nasional, termasuk inisiatif pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Pramono menegaskan komitmen Pemprov DKI dalam mendukung pembangunan sekolah berbasis pemberdayaan masyarakat tersebut. Ia memastikan lahan akan segera disiapkan oleh pemerintah daerah agar proses pembangunan bisa segera dimulai.
“Untuk sekolah rakyat, kami segera merapatkan dan memutuskan daerah-daerah yang bisa disiapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk lahannya. Pembangunannya sepenuhnya akan menggunakan dana dari APBN. Jika hal ini terwujud, maka ini menjadi bentuk kolaborasi yang sangat baik,” ujar Gubernur Pramono.
Ia juga menekankan pentingnya integrasi data antara pemerintah pusat dan daerah agar program bantuan sosial dan pendidikan bisa berjalan lebih efisien serta tepat sasaran. Menurutnya, Jakarta sudah memiliki sejumlah program yang sejalan dengan pemerintah pusat, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
“Kami siap membuka seluruh data yang kami miliki. Jika bisa disinergikan, saya yakin hasilnya akan lebih tepat sasaran dan benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jakarta,” jelas Pramono.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Mensos Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa pertemuannya dengan Gubernur DKI membahas tiga hal penting yang menjadi prioritas nasional. Ketiganya adalah integrasi data penerima bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat agar lebih mandiri, dan pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah termasuk Jakarta.
“Pemerintah DKI menyiapkan lahannya, dan desain bangunan sudah disiapkan oleh tim Presiden. Insyaallah, jika lahan yang ditawarkan cocok, pembangunannya akan dibiayai menggunakan APBN sebagai bagian dari program strategis nasional Presiden,” kata Saifullah.
Sekolah Rakyat merupakan program gagasan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berbasis karakter dan keterampilan. Sekolah ini berkonsep boarding school, menggabungkan pendidikan formal dengan pelatihan kepemimpinan, nasionalisme, dan nilai-nilai keagamaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin (desil 1 dan 2) menjadi penerima manfaat utama program tersebut. Mereka akan melalui proses seleksi ketat dan tinggal di asrama selama masa pendidikan. Pemprov DKI bertugas melakukan verifikasi lapangan serta pengawasan pelaksanaan program di wilayahnya.
Saat ini, sudah ada tiga Sekolah Rakyat di Jakarta yang beroperasi, yakni SRMA 9 Jakarta Timur, SRMP 6 Jakarta Timur, dan SRMA 10 Jakarta Selatan. Ketiga sekolah itu menampung lebih dari 200 siswa dari berbagai jenjang pendidikan, dengan dukungan puluhan guru dan tenaga kependidikan.
Pemprov DKI juga tengah menyiapkan aset di kawasan Margaguna, Jakarta Selatan, yang ditargetkan bisa menampung hingga 600 siswa tingkat SD dan SMP. Proses penggunaan lahan tersebut akan diatur melalui perjanjian kerja sama antara Pemprov DKI dan Kementerian Sosial.
Selain itu, pemerintah daerah turut memberikan dukungan berupa KJP Plus bagi 139 dari total 220 siswa Sekolah Rakyat, dengan total bantuan mencapai Rp663 juta selama setahun. Para guru juga dilibatkan dalam pelatihan kompetensi serta forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk meningkatkan kualitas pengajaran.
Tak hanya itu, peserta didik Sekolah Rakyat juga berkesempatan mengikuti kegiatan bersama sekolah reguler, seperti lomba dan kegiatan sosial, agar mereka bisa berinteraksi dengan lingkungan pendidikan yang lebih luas. Pemerintah juga menugaskan guru PNS sebagai kepala sekolah dengan gaji pokok dan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) dari Pemprov DKI, serta tunjangan tambahan dari Kementerian Sosial.
Kolaborasi ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam memperkuat sinergi pusat dan daerah di bidang pendidikan dan sosial. Melalui program Sekolah Rakyat, Jakarta diharapkan menjadi contoh kota besar yang serius dalam menyediakan akses pendidikan inklusif dan berkeadilan bagi seluruh warganya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!