Belum Genap Dua Pekan Diluncurkan, ‘Lapor Pak Purbaya’ Dibanjiri Aduan Masyarakat, Menkeu Siap Turun Tangan!
📅 Jumat, 24 Okt 2025, 20:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Bayu Saputra
JAKARTA – Lonjakan aduan yang masuk melalui kanal “Lapor Pak Purbaya” sejak diperkenalkan pada 15 Oktober lalu, menunjukkan dua hal penting: meningkatnya kesadaran publik terhadap transparansi pelayanan, dan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap respons cepat pemerintah.
Kanal ini menjadi wadah nyata bagi warga untuk menyampaikan keluhan, kritik, dan masukan langsung kepada Kementerian Keuangan.
Sistem seperti ini mempercepat feedback loop antara pemerintah dan masyarakat, yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi fiskal negara.
Tantangannya kini terletak pada konsistensi respons, transparansi tindak lanjut, dan kemampuan birokrasi untuk menjadikan setiap laporan bukan hanya bahan evaluasi, tetapi juga dasar perbaikan kebijakan ke depan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bakal turun langsung memantau progres penanganan aduan masyarakat melalui pesan singkat WhatsApp 'Lapor Pak Purbaya' yang saat ini telah menembus 28.390 pesan masuk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam taklimat media di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat (24/10), Purbaya menyebut hampir separuh dari aduan itu sudah diverifikasi, tepatnya sebanyak 14.025 pesan.
Sebanyak 722 pesan merupakan aduan, 353 pesan masukan, 432 pesan pertanyaan, dan 12.518 pesan lain-lain. Sementara 14.365 pesan masih dalam proses verifikasi.
Laporan yang telah diverifikasi diteruskan ke Inspektorat Jenderal Kemenkeu untuk mempertahankan independensi penanganan dengan koordinasi teknis bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Sebaiknya Anda baca juga:
Per 24 Oktober 2025 pukul 08.00 WIB, 239 aduan terkait DJP dan 198 aduan terkait DJBC telah diteruskan ke Itjen.
Untuk memastikan aduan masyarakat benar-benar ditindaklanjuti, Purbaya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara acak.
“Setelah berapa puluh kasus yang Anda laporkan, saya akan datangi orangnya. Saya telepon sendiri biar kontrolnya langsung dari saya,” ujar Purbaya.
Lebih lanjut, Purbaya mengatakan proses verifikasi kerap terhambat lantaran pelapor tidak bisa dihubungi setelah menyampaikan aduan. Menurut Purbaya, pelapor bisa jadi ragu untuk mengangkat telepon karena nomor pemanggil tidak dikenali.
Maka dari itu, Purbaya mengumumkan bahwa tim Lapor Pak Purbaya bakal melakukan verifikasi dengan nomor 0815-9966-662. Nomor ini berbeda dengan kanal aduan yang menggunakan nomor 0822-4040-6600.
“Kami akan melakukan konfirmasi pakai nomor 0815-9966-662. Kalau masyarakat mengirim laporan ke saya, kalau yang nanya tentang laporan itu bukan nomor ini, jangan dijawab. Jangan dipercaya. Kami hanya akan melakukan (verifikasi) pakai nomor tunggal ini,” tuturnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!