Realisasi KUR Rp217 Triliun! Airlangga Klaim Program Kredit Rakyat Makin Produktif
📅 Selasa, 21 Okt 2025, 21:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Istimewa.
SURABAYA – Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) menunjukkan bagaimana akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) terus menjadi fokus pemerintah dalam menjaga daya tahan ekonomi.
KUR berperan penting sebagai bahan bakar pertumbuhan di sektor riil — membantu pelaku usaha menambah modal, memperluas pasar, hingga menciptakan lapangan kerja baru.
KUR bisa dibilang “oksigen” bagi UMKM. Tanpa dukungan pembiayaan ini, banyak usaha kecil akan kesulitan bertahan, apalagi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Namun, tantangan dalam penyaluran KUR tetap ada: mulai dari ketimpangan penyaluran antarwilayah, risiko kredit macet, hingga efektivitas penggunaan dana oleh penerima.
Jika realisasi KUR terus diarahkan ke sektor produktif dan disertai pendampingan yang tepat, kebijakan ini bukan cuma soal pinjaman modal — tapi investasi jangka panjang bagi kemandirian ekonomi rakyat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan KUR telah terealisasi mencapai Rp217,20 triliun per 17 Oktober 2025 atau 76,86 persen dari target tahun ini.
“Hingga 17 Oktober 2025, realisasi KUR mencapai Rp217,20 triliun atau 76,86 persen dari target 2025,” kata Airlangga dalam Akad Massal KUR, di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (21/10).
Airlangga menyebutkan realisasi KUR tersebut mampu menjangkau 3,69 juta debitur dengan tingkat kredit bermasalah yang sangat terjaga, yaitu di angka 2,28 persen atau jauh lebih baik dari kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara nasional di level 4,55 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keberhasilan program KUR juga terlihat dari 926.742 debitur yang berhasil naik kelas, sehingga menunjukkan peran KUR dalam mendorong transformasi usaha berkelanjutan.
Selain itu, dalam sembilan bulan pertama tahun 2025, Pemerintah berhasil menyalurkan KUR kepada 2,34 juta debitur baru yang mencerminkan komitmen kuat dalam menjangkau pelaku UMKM di pelosok Nusantara.
Tak hanya itu, kata Airlangga, komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap Astacita ke-2 tentang kemandirian bangsa melalui swasembada pangan pun terbukti melalui alokasi Rp85,76 triliun atau sekitar 39,49 persen dari realisasi KUR nasional untuk sektor pertanian dan perikanan.
KUR sebesar Rp8,33 triliun telah disalurkan kepada 162.736 petani dan nelayan, sehingga memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional.
Selain KUR, pemerintah juga menyiapkan ekosistem pembiayaan produktif lainnya seperti plafon kredit program yang siap disalurkan mencapai Rp300,77 triliun.
Plafon kredit itu terdiri atas KUR sebesar Rp282,57 triliun, Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian Rp199,42 miliar, Kredit Industri Padat Karya Rp754 miliar, dan Kredit Program Perumahan Rp17,25 triliun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!