Rahmat Saleh Tegaskan Penyuluh Pertanian Kunci Sukses Program Pemerintah
Selasa, 21 Okt 2025, 15:43 WIBJAKARTA - Dalam masa reses terbaru, Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, mengadakan pertemuan penting bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kabupaten Solok.
Pertemuan ini menjadi momen krusial bagi Rahmat untuk menegaskan satu hal yang tak bisa ditawar, peran penyuluh sangat strategis dalam menjamin keberhasilan program-program pemerintah di sektor pertanian, perikanan, kelautan, dan perkebunan.
Rahmat mengingatkan, berbagai bantuan dan program yang digelontorkan pemerintah tidak akan berarti jika tidak diiringi edukasi dan pengawasan yang ketat.
âKalau tidak, bantuan itu cepat habis tapi tak berdampak. Bantuan itu tujuannya membebaskan masyarakat dari kemiskinan,â tegasnya kepada para PPL yang hadir, seperti yang dikutip Parlementaria pada Selasa (21/10/2025).
Selain itu, Rahmat juga mengungkapkan rencana besar penanaman kopi seluas 2.000 hektare yang akan dilakukan di Solok pada akhir 2025. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada peran penyuluh agar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Politisi dari Fraksi PKS ini juga menyoroti pentingnya pelaksanaan berbagai program prioritas nasional, seperti Koperasi Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, dan Program MBG (Makmur Bersama Gemilang). Menurutnya, program-program ini harus dilaksanakan dengan hati-hati dan profesional.
âKalau bantuan tidak disalurkan dengan tepat, uang negara bisa habis tapi hasilnya tidak efektif,â ujarnya dengan nada serius.
Acara tersebut dikemas dalam kegiatan Safari Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) dan digelar di Balai Penyuluh Pertanian Gunung Talang pada Jumat (17/10/2025).
Lebih dari 50 PPL dari berbagai kecamatan di Solok hadir, bersama pejabat seperti Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok, Syoufitri, Plt Kadis Pertanian Imran Syahrial, serta Ketua DPD Perhiptani Sumbar, Hafes Renaldo.
Dalam sambutannya, Syoufitri menegaskan bahwa gerakan Gemarikan bukan sekadar kampanye, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan gizi dan kecerdasan masyarakat melalui konsumsi ikan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat nagari dalam gerakan ini.
Tak hanya itu, Syoufitri juga membanggakan capaian Dinas Perikanan dan Pangan Solok, termasuk keberhasilan meraih juara lomba Memasak Serba Ikan tingkat Provinsi Sumatera Barat dengan menu andalan Kembung Tombong Gulung Asam Riang.
Sementara itu, Imran Syahrial menyoroti potensi besar sektor pertanian di Solok yang masih perlu dikelola secara serius untuk masa depan. Safari Gemarikan ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan penyuluh dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong peningkatan konsumsi ikan di Kabupaten Solok.
Dengan semangat dan komitmen ini, harapan besar tertuju pada peran strategis penyuluh yang menjadi ujung tombak transformasi pertanian dan perikanan di daerah demi kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.
- DPR
- Program Pemerintah
- Kabupaten Solok
- Komisi IV DPR RI
- Fraksi PKS
- DPR RI
- pertanian
- Rahmat Saleh
- Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL)
- Penyuluh Pertanian Lapangan
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
Berita Terkait:
-
Legislator: Konsistensi Digitalisasi Kunci Penyaluran Subsidi BBM Tepat Sasaran, Tidak Perlu Satgas Baru
-
ASN WFH: DPR Minta Pemerintah Hitung Potensi Penghematan BBM
-
Filipina Nego AS untuk Dapatkan Minyak dari Negara Terkena Sanksi
-
Antisipasi PHK Massal PPPK, Legilastor Minta Pemerintah Longgarkan Kebijakan Alokasi Belanja Pegawai
-
Korlantas Polri Terapkan "One Way" Lokal Jelang Puncak Arus Balik 28-29 Maret 2026
-
Solok Punya Peran Strategis, Produksi Bawang 500 Ton Per Hari, Surplus 16 Juta Ton Beras
-
APBD 2026 Tetap Kokoh Meski Dana Bagi Hasil Dipotong
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.