Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trade Expo Indonesia 2025 Jadi Etalase Kreativitas Nusantara, HIMKI Serukan Kebangkitan Industri Kerajinan Dalam Negeri

📅 Minggu, 19 Okt 2025, 17:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Trade Expo Indonesia 2025 Jadi Etalase Kreativitas Nusantara, HIMKI Serukan Kebangkitan Industri Kerajinan Dalam Negeri Doc: ANTARA/HO-HIMKI
Ket. Lounge HIMKI dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 di Jakarta, Jumat (17/10/2025).

JAKARTA – Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 menjadi momentum strategis untuk memperkuat pasar industri kerajinan dalam negeri. Di tengah gempuran produk impor dan tren global yang terus berubah, pelaku industri kreatif Indonesia perlu ruang untuk menampilkan jati diri dan kualitas produknya.

Trade Expo Indonesia 2025 hadir bukan sekadar pameran, tetapi sebagai etalase kreativitas bangsa yang mempertemukan pengrajin lokal dengan pembeli dan investor dari berbagai negara. Industri kerajinan memiliki nilai tambah besar karena menggabungkan aspek ekonomi, budaya, dan keberlanjutan.

Setiap produk bukan hanya soal fungsi, tapi juga cerita, tradisi, dan tangan-tangan terampil di baliknya. Melalui Trade Expo Indonesia 2025, pelaku usaha dapat memperluas jaringan, memahami permintaan pasar global, dan meningkatkan standar produksi agar mampu bersaing secara internasional tanpa kehilangan identitas lokalnya.

Dengan dukungan pemerintah, kurasi produk yang kuat, serta kolaborasi antara UMKM dan sektor swasta, Trade Expo Indonesia 2025 bisa menjadi panggung yang mendorong industri kerajinan naik kelas — dari produk lokal menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi.

Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menyatakan ajang Trade Expo Indonesia 2025 yang diselenggarakan oleh pemerintah menjadi perhelatan strategis untuk memperkuat pasar industri kerajinan dalam negeri.

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Hubungan Antar Lembaga HIMKI Heru Prasetyo dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu (18/10), mengatakan ajang tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan nasional untuk pasar ekspor, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi dalam negeri.

“TEI ini seharusnya tidak hanya menjadi ajang ekspor semata, tetapi juga momentum untuk mendongkrak pasar dalam negeri agar impornya tidak terlalu tinggi,” kata dia.

Sebagai bentuk partisipasi terhadap pameran yang diselenggarakan di Tangerang, Banten, 15–19 Oktober 2025 tersebut, pihaknya menghadirkan Lounge HIMKI sebagai titik pertemuan strategis berbagai kalangan, mulai dari perwakilan pemerintah, asosiasi, hingga mitra strategis untuk pembelian produk industri kerajinan dan mebel domestik.

Heru juga menyampaikan masih terdapat ruang besar untuk perbaikan dalam penyelenggaraan TEI, terutama dari sisi keragaman peserta pameran, mengingat keberagaman produk yang ditampilkan di TEI berpengaruh langsung terhadap jumlah dan minat pembeli.

Pihaknya juga meyakini TEI mampu menjadi katalisator untuk memperkuat rantai pasok industri nasional melalui sektor pengadaan barang pemerintah.

“Sekarang ini ada berbagai sumber pendanaan seperti Dana Alokasi Khusus, swakelola, hingga APBD yang bisa dimanfaatkan oleh industri dalam negeri. Ini peluang besar untuk meningkatkan omzet, terutama ketika ekspor sedang mengalami tekanan,” ucap Heru.

Ia juga menyinggung kondisi industri di sejumlah wilayah, seperti Jawa Timur, yang kini menghadapi tantangan berat hingga banyak unit usaha yang berhenti beroperasi.

Menyikapi hal tersebut, Heru mendorong para pelaku industri untuk mulai serius menatap potensi pasar domestik yang besar.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebutkan total transaksi sementara penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) Ke-40 telah mencapai 17,27 miliar dolar AS atau setara Rp286 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.