Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus ISPA di Malang Tembus 8.900! Dinkes: Gunakan Masker di Tempat Umum

24 Minggu, 19 Okt 2025, 19:56 WIB | Oleh:
Kasus ISPA di Malang Tembus 8.900! Dinkes: Gunakan Masker di Tempat Umum Kasus ISPA di Malang Tembus 8.900! Dinkes: Gunakan Masker di Tempat Umum Doc: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Ket. Ilustrasi- pasien ISPA.

MALANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengimbau masyarakat agar kembali disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di tempat umum. Imbauan ini sebagai langkah antisipasi dini terhadap meningkatnya risiko penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada masa pancaroba.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, mengatakan kondisi cuaca yang tidak menentu, seperti panas di pagi hari dan hujan di sore hari, membuat daya tahan tubuh sebagian warga menurun. “Paling tidak ketika beraktivitas di tempat keramaian umum gunakan masker sebagai pelindung supaya tidak terkena ISPA,” ujarnya di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu.

Berdasarkan catatan Dinkes hingga akhir September 2025, tercatat 8.990 kasus ISPA di wilayah Kota Malang. Dari jumlah itu, kelompok usia produktif 19 hingga 59 tahun menjadi yang paling banyak terdampak, dengan 4.598 kasus.

Kemudian, 1.618 kasus ditemukan pada kelompok usia 10–18 tahun, disusul 1.463 kasus pada lansia berusia 60 tahun ke atas, serta 1.311 kasus pada kelompok anak usia 5–9 tahun. “Kalau laporan yang sifatnya bulanan angkanya stagnan dari bulan sebelumnya, hampir sama,” kata Husnul.

Ia menegaskan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat perlindungan diri dan kebiasaan hidup sehat. Selain memakai masker, warga diimbau untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), baik saat beraktivitas di luar rumah maupun di dalam ruangan.

Menurut Husnul, penggunaan masker dan penerapan PHBS menjadi bentuk pencegahan awal yang sederhana namun efektif dalam menekan penyebaran penyakit saluran pernapasan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh melalui asupan gizi seimbang dan istirahat yang cukup.

“Menjaga imunitas tubuh sama pentingnya dengan pencegahan dari luar. Kalau imun kuat, paparan virus dan bakteri bisa lebih mudah dilawan tubuh,” katanya.

Husnul juga meminta warga yang mengalami gejala awal seperti batuk, bersin, tenggorokan gatal, atau hidung terasa tidak nyaman untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“ISPA datang dengan keluhan tidak enak, mulai dari hidung sampai saluran pernapasan atas. Bisa serik, bersin, dan ada batuk sudah masuk ISPA,” ujarnya.

Melalui langkah preventif sederhana ini, Dinkes berharap angka kasus ISPA di Kota Malang dapat ditekan dan masyarakat tetap sehat selama masa peralihan cuaca.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
Banjir Luapan Sungai di Ace...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.