Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pencarian Pelatih Baru Timnas Indonesia: Antara Nama Besar dan Tantangan Adaptasi

📅 Jumat, 17 Okt 2025, 08:45 WIB | Oleh:
Pencarian Pelatih Baru Timnas Indonesia: Antara Nama Besar dan Tantangan Adaptasi Doc: Istimewa
Ket. Timnas Indonesia.

JAKARTA - Pergantian pelatih di tubuh Timnas Indonesia kini menjadi sorotan. Setelah era singkat Patrick Kluivert berakhir, sejumlah nama mulai bermunculan sebagai kandidat pengganti. Dari Eropa Timur hingga Spanyol, bursa calon pelatih baru Garuda kini diwarnai oleh sosok-sosok berpengalaman seperti Slaven Bilić, Srečko Katanec, Jesús Casas, Luis Milla, hingga Alex Pastoor.

Langkah pemecatan Kluivert sendiri dikonfirmasi bukan semata karena tekanan publik. Menurut pemerhati sepak bola, Binder Singh, keputusan tersebut diambil melalui proses kolektif di internal PSSI. Ia menyebut evaluasi terhadap pelatih asal Belanda itu bukan hanya dilihat dari hasil akhir, tetapi juga dari performa dan gaya permainan tim yang masih belum stabil.

“Pergantian pelatih dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert ini ternyata tidak membawa perubahan yang lebih baik. Wajar jika supporter kecewa,” kata Binder. “Namun, kita harus melihat ke depan. Siapapun pelatih baru nanti, penting bagi kita memberi waktu agar dia bisa membangun tim secara menyeluruh.”

Binder menekankan bahwa calon pelatih baru harus siap menghadapi tantangan besar, terutama bagi mereka yang belum memiliki pengalaman melatih di Asia. Adaptasi terhadap kultur sepak bola Indonesia, karakter pemain, dan tekanan publik menjadi ujian tersendiri. “Kalau pelatih baru belum pernah menangani tim di kawasan Asia, tentu prosesnya harus dimulai dari awal lagi, bukan hanya di level senior, tapi juga di level U-20,” ujarnya.

Dari bursa nama yang beredar, masing-masing calon membawa kelebihan dan risiko tersendiri. Slaven Bilić, eks pelatih Kroasia dan mantan manajer West Ham United, dikenal sebagai sosok dengan gaya disiplin dan karisma kuat di ruang ganti. Srečko Katanec, mantan pelatih timnas Slovenia punya pengalaman luas di panggung internasional dan sempat membawa negaranya tampil di Piala Dunia 2010. Jesús Casas, pelatih asal Spanyol dianggap punya pendekatan taktik modern dengan filosofi penguasaan bola, namun belum teruji di Asia Tenggara.

Nama Luis Milla kembali masuk radar karena faktor familiaritas. Ia pernah menukangi Indonesia pada 2017–2018 dan meninggalkan kesan positif dengan pendekatan sepak bola menyerang dan pembangunan tim muda. Adapun Alex Pastoor, pelatih asal Belanda yang kini menjadi asisten pelatih timnas disebut sebagai opsi alternatif dengan pendekatan taktis progresif dan pengalaman mengelola klub kecil menjadi kompetitif.

Siapa pun yang dipilih, tugas besar menanti di depan mata. Timnas Indonesia memiliki agenda padat dalam beberapa bulan ke depan. Terdekat di bulan November ada dua laga persahabatan yang harus dilakoni timnas Indonesia.

Selain tim senior, tim U-23 juga akan turun di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 pada September, serta SEA Games 2025 di Thailand pada Desember. Artinya, pelatih baru nanti tidak hanya harus menyiapkan tim utama, tetapi juga memiliki visi pembinaan jangka panjang di level muda.

Binder Singh menegaskan bahwa dalam situasi seperti ini, PSSI perlu memprioritaskan pelatih yang tidak hanya memiliki nama besar, tetapi juga memahami arah pembangunan sepak bola nasional. “Fokus kita jangan hanya pada hasil instan. Kita perlu membangun pondasi, pola permainan, dan mentalitas tim yang konsisten. Itu yang akan menentukan masa depan tim nasional,” ujarnya.

Pergantian pelatih memang bukan hal baru bagi Timnas Indonesia, namun harapan publik kini bergeser: bukan sekadar siapa yang duduk di bangku pelatih, melainkan apakah ia mampu membawa kesinambungan dan arah jelas bagi tim. Setelah era Shin Tae-yong yang menanamkan disiplin dan kerja keras, serta Kluivert yang mencoba menata ulang permainan, publik kini menunggu sosok yang benar-benar bisa menyatukan visi, identitas, dan semangat Garuda di lapangan.

Dengan jadwal padat dan ekspektasi publik yang tinggi, siapa pun pelatih terpilih nanti akan menghadapi tekanan besar sejak hari pertama. Namun seperti kata Binder, perjalanan membangun tim tak bisa dilakukan dalam semalam. “Kita harus sabar dan realistis. Sepak bola adalah proses, bukan hasil instan,” tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.