Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Produksi Beras Sumsel Terus Meningkat dalam Lima Tahun

📅 Kamis, 16 Okt 2025, 11:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Produksi Beras Sumsel Terus Meningkat dalam Lima Tahun Doc: ANTARA
Ket. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru di Palembang, Rabu (15/10/2025).

PALEMBANG – Produksi beras di Provinsi Sumatera Selatan terus meningkat dalam lima tahun terakhir dari 2,7 juta ton hingga ditargetkan mencapai  3,5 juta ton gabah kering giling pada 2025.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, di Palembang, Kamis (16/10), mengatakan pencapaian target itu terjadi ditengah keterbatasan infrastruktur di Sumsel, terutama irgias.

Ia berharap ini menjadi perhatian pemerintah pusat agar produksi beras Sumsel terus meningkat dan bisa menjadi penopang pangan nomor satu khususnya beras di luar Jawa.

"Sumsel kini berada di peringkat kelima nasional dalam hal produksi padi. Kita bersyukur, meskipun banyak tantangan, produktivitas padi kita meningkat signifikan dan ini tentu berkontribusi besar bagi ketahanan pangan nasional," kata Deru.

Herman Deru menyebutkan keterbatasan jaringan irigasi dan infrastruktur jalan hingga kini menjadi tantangan utama dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Dari total lebih dari 500 ribu hektare lahan sawah di Sumsel, hanya sekitar 100 ribu hektare yang telah memiliki jaringan irigasi teknis. Sisanya masih sangat bergantung pada curah hujan, yang berisiko terhadap produktivitas pertanian.

Kondisi infrastruktur jalan yang belum merata, terutama di kawasan sentra pertanian sejumlah kabupaten, turut menjadi hambatan dalam distribusi hasil panen serta akses petani terhadap sarana produksi.

"Kalau kita bicara ketahanan pangan, tidak cukup hanya cetak sawah atau menambah produktivitas. Kita harus perhatikan sarana hulu dan hilirnya. Hulu itu irigasi dan pupuk, hilirnya adalah jalan, pelabuhan, dan juga stabilitas harga," katanya.

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Saan Mustopa mengatakan pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk bendungan sebagai sumber irigasi primer, jalan penghubung, dan pelabuhan.

"Soal bendungan dan irigasi primer sangat penting, karena ini akan berdampak langsung pada luas tanam dan produksi. Infrastruktur ini saling terhubung dan menentukan keberhasilan ketahanan pangan nasional," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Seixas Siap Ganggu Dominasi...
PROFIL BINTANG

Alphonso Davies

13 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Alphonso Davies

Ferrari Siap Akhiri Laju Kemenangan Antonelli di GP Monako

21 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Ferrari Siap Akhiri Laju Ke...
Daerah
Semarak Piala Dunia dengan ...
Daerah
Bursa Kerja di Ciamis Buka ...
Ekonomi
Percepatan Program Irigasi ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.