Perkuat Sekolah Rakyat untuk Wujudkan Keluarga Mandiri
📅 Kamis, 16 Okt 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: antara
Pemerintah didorong untuk memperluas cakupan program ke daerah-daerah terpencil serta memastikan pendampingan berkelanjutan agar hasilnya tidak berhenti di pelatihan semata.
Serang – Program Sekolah Rakyat kini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam membangun kemandirian keluarga dan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial. Melalui pendekatan pendidikan berbasis keterampilan dan pemberdayaan ekonomi, program ini diharapkan mampu mencetak masyarakat yang tangguh secara sosial maupun ekonomi.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, menargetkan Program Sekolah Rakyat dapat mendorong kemandirian 500.000 keluarga di seluruh Indonesia setiap tahunnya.
"Jika daya tampung Sekolah Rakyat bisa sampai 500 ribu siswa, maka setiap tahun ada 500 ribu keluarga yang bisa dientaskan dari kemiskinan," katanya di Kota Serang, Banten, Rabu (15/10).
Seperti dikutip dari Antara, menurut Saifullah, target ini akan dicapai melalui pendekatan terintegrasi yang tidak hanya menyekolahkan anak, tetapi juga memberdayakan ekonomi orang tua mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto ini, lanjutnya, dirancang sebagai bagian dari proses pengentasan kemiskinan yang terukur. Fokus utamanya adalah anak-anak usia sekolah yang tidak sekolah, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah.
Menurutnya, kunci keberhasilan program ini terletak pada intervensi ganda. Di satu sisi, anak-anak mendapatkan hak pendidikannya kembali. Di sisi lain, orang tua siswa yang berada di usia produktif akan dimasukkan ke dalam program pemberdayaan ekonomi.
"Mereka harus menjadi keluarga yang mandiri maksimal lima tahun ke depan. Jadi ini satu proses yang terintegrasi, anaknya sekolah, orang tua diberdayakan," tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemberdayaan bagi orang tua siswa, jelasnya didasarkan pada tiga pilar utama yakni peningkatan kapasitas keterampilan, penguatan aset usaha, dan perluasan akses pasar. Bentuknya akan disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing keluarga.
"Misalnya di beberapa tempat kita memberikan bantuan karena mereka suka beternak, kita bantu kambing atau ayam bertelur. Di tempat lain, kita kembangkan kerajinan," ujarnya.
Kerja Sama Kampus
Lebih lanjut, Saifullah menegaskan bahwa sejumlah siswa dari program Sekolah Rakyat telah mendapatkan jaminan pekerjaan dan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi setelah mereka lulus nanti.
"Melalui kerja sama dengan berbagai kampus, salah satunya Universitas Ary Ginanjar (UAG), sebanyak 35 siswa Sekolah Rakyat akan mendapat beasiswa pada tahun 2027," kata Mensos.
Ia merinci, dari jumlah tersebut bahkan sudah ada kepastian penempatan kerja bagi sebagian siswa meski kelulusan mereka masih beberapa tahun lagi.
"Dari 35 anak ini sudah dipastikan ada 7 anak yang akan dapat pekerjaan setelah dia lulus kuliah. Ini masih kira-kira 6-7 tahun yang akan datang, tapi dia sudah dapat posisi," jelasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!