Konsumsi Diprediksi Melambat, Mesin Ekonomi Indonesia Mulai Melemah?
Kamis, 28 Agu 2025, 22:45 WIBJAKARTA â Kinerja konsumsi rumah tangga pada kuartal III 2025 diproyeksikan mengalami perlambatan. Namun, perlambatan ini bukan sepenuhnya mencerminkan pelemahan daya beli, melainkan lebih disebabkan oleh faktor normalisasi setelah fase konsumsi tinggi pada periode sebelumnya.
Artinya, pola belanja masyarakat kembali ke tingkat yang lebih wajar, sejalan dengan pergeseran siklus musiman dan meredanya dorongan stimulus sementara.
Tim Ekonom Bank Mandiri atau Office of Chief Economist (OCE) Group Bank Mandiri memprediksi kinerja konsumsi rumah tangga bakal melambat pada kuartal III 2025.
"Kalau kami lihat, kuartal III ini mungkin ada perlambatan dari segi pertumbuhan (konsumsi rumah tangga)," kata Head of Macroeconomics and Financial Market Research Bank Mandiri Dian Ayu Yustina dalam Mandiri Economic Outlook Q3 2025 di Jakarta, Kamis (28/8).
Menurutnya, perlambatan itu lebih disebabkan oleh faktor normalisasi.
Konsumsi rumah tangga mampu tumbuh hingga 4,95 persen pada kuartal I dan terakselerasi menjadi 4,97 persen pada kuartal II berkat dorongan dari periode hari libur.
Sementara, pada kuartal III, faktor katalis dari hari libur, baik libur hari raya maupun akhir pekan panjang (long weekend) akan jarang terjadi.
"Di kuartal III, mungkin pertumbuhan konsumsi akan melambat sedikit ke arah 4,9 persen," ujarnya.
Meski begitu, dia meyakini konsumsi rumah tangga masih akan jadi kontributor utama terhadap produk domestik bruto (PDB), yakni dengan porsi sekitar 54 persen.
Kinerja konsumsi rumah tangga pada kuartal III nanti diperkirakan akan ditopang oleh berbagai stimulus yang bakal dirilis oleh pemerintah.
Di sisi lain, penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI-Rate) sebesar 25 bps menjadi 5 persen dianggap akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian ke depan.
Meski masih membutuhkan waktu transmisi pada suku bunga lain, seperti suku bunga kredit bank, Dian berpendapat penurunan itu tetap memberikan sinyal positif.
"Harapannya ini akan membuat kepercayaan konsumen membaik," tambah dia.
Untuk kuartal IV, Dian melihat adanya dukungan dari momen Natal dan tahun baru yang juga diiringi oleh stimulus pemerintah.
Maka, dia memprediksi konsumsi rumah tangga akan kembali menguat pada kuartal IV 2025.
"Kuartal IV itu bisa lebih akan ada akselerasi pertumbuhan konsumsi," tutur Dian.
Lebih lanjut, Andry Asmoro memproyeksikan perekonomian Indonesia mampu tumbuh hingga 4,96 persen (year-on-year/yoy) pada 2025.
Bank Mandiri melihat potensi setelah Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 5,12 persen (yoy) pada triwulan II-2025, yang meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya di level 4,87 persen (yoy).
Pada triwulan II, konsumsi masyarakat tumbuh 4,97 persen (yoy) berkat libur lebaran dan sekolah.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jelang Lebaran, Dharma Wanita Kemenperin Gelar Bazar Belanja Murah
-
Pertamina Dukung Pengembangan Geothermal Sejalan Dengan Asta Cita Pemerintah
-
Ketua Dewan Pers: Ada 10 Aduan Per Hari, Media Harus Jaga Etika
-
Presiden Prabowo Belum Bahas Bantuan Asing Dalam Rapat Makan Bergizi Gratis
-
Gandeng IKA ITS, BNI Dukung Kemajuan Pendidikan Tinggi di Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.