Akankah Polemik Trans7 jadi Titik Balik Etika Penyiaran di Indonesia?
📅 Rabu, 15 Okt 2025, 13:45 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohKe depan, industri televisi nasional perlu lebih berorientasi pada jurnalisme berempati. Konten yang kuat secara etika dan sensitif secara budaya tidak hanya menjaga citra media, tapi juga memperkuat keutuhan sosial bangsa.
Kasus ini mengingatkan semua pihak bahwa penyiaran bukan sekadar hiburan atau bisnis, melainkan bagian dari ekosistem komunikasi publik yang punya tanggung jawab moral. Etika, empati, dan profesionalisme harus menjadi fondasi utama di balik setiap tayangan.
Pada akhirnya, polemik Trans7 mungkin akan dikenang bukan karena kesalahannya, tetapi karena perannya dalam mendorong perubahan. Pertanyaannya: apakah industri penyiaran siap belajar dari peristiwa ini dan bertransformasi ke arah yang lebih bijak?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!