Setiap SPPG Harus Miliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Selasa, 14 Okt 2025, 23:25 WIB

Madiun - Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur meminta setiap unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah itu harus memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai salah satu standar kebersihan dapur sehat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Terkait SLHS, Dinkes Kota Madiun sudah turun. Semuanya dicek. Semuanya harus dipastikan keamanannya," ujar Wali Kota Madiun Maidi di Madiun, Selasa.

Ket. Foto: Wali Kota Madiun Maidi bersama pengelolan dapur sehat SPPG meninjau kebersihan dan kelayakan SPPG ketujuh yang berlokasi di Jalan Minak Kuncar, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Jatim. — Sumber: Antara

Pihaknya menyambut baik kebijakan pusat yang mengatur SPPG wajib memiliki SLHS yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/C.I/4202/2025. Hal itu agar program MBG di setiap daerah di tanah air dapat berjalan dengan optimal dan tujuan pemenuhan gizi bagi sasaran dapat terwujud.

Maidi menyebut penerbitan SLHS bukan hanya formalitas kelengkapan dokumen administrasi. Melainkan bentuk kepastian dan jaminan keamanan makanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Untuk itu, dia meminta Dinkes Kota Madiun betul-betul memeriksa dapur serta makanan di SPPG agar memenuhi standar kebersihan dan kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Dengan begitu, makanan yang disajikan aman dikonsumsi.

"Memasak itu bukan hanya menyiapkan makanan matang, tapi juga memperhatikan kebersihan dan sanitasi lingkungannya," kata dia.

Maidi mengungkapkan, sejauh ini belum ada SPPG di Kota Madiun yang memiliki SLHS. Karena itu, ia meminta agar pengelola dapur MBG segera menyiapkan berkas agar Dinas Kesehatan Kota Madiun dapat melakukan verifikasi lapangan.

"Kami dorong semua dapur sehat MBG segera melengkapi dokumen dan memenuhi standar yang dipersyaratkan," kata dia.

Pihaknya menegaskan, kebijakan tersebut bukan untuk mempersulit pengelola, tetapi untuk meningkatkan kualitas layanan gizi masyarakat.

Ia juga mengaku akan rutin melakukan monitoring SPPG. Pihaknya ingin memastikan makanan program MBG tidak hanya bergizi, tapi juga aman untuk dikonsumsi.

Dia menambahkan, sejauh ini tercatat tujuh SPPG telah beroperasi. Total, akan ada 16 SPPG yang ada di Kota Madiun untuk sasaran sekitar 51 ribu anak. Rencananya, sembilan SPPG lainnya sedang disiapkan dan selesai akhir bulan Oktober ini.

"Target sembilan SPPG lagi bulan ini selesai. Titik lokasi sudah disiapkan," katanya.

  • Dapur SPPG

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Ones

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.