Menteri Pertanian Amran Sulaiman: Tugas dari Presiden Prabowo, Capai Swasembada dan Tingkatkan Kesejahteraan Petani.
📅 Selasa, 14 Okt 2025, 08:00 WIB | Oleh: Tim PenulisKepala Bapanas upayakan semua pulau di Indonesia bisa swasembada
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya mewujudkan seluruh pulau di Indonesia mencapai swasembada pangan demi menekan inflasi, memperkuat kemandirian, serta menjaga stabilitas harga secara nasional.
"(Kami fokuskan) bagaimana pulau itu swasembada beras," kata Amran Sulaiman usai serah terima jabatan sebagai Kepala Bapanas dari Arief Prasetyo Adi di Jakarta, Senin.
Menurut Amran, mimpi besar mewujudkan swasembada pangan kini mulai terwujud setelah beberapa pulau yang sebelumnya bergantung pasokan antarwilayah, kini sudah mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
Ia mencontohkan Kalimantan yang dulunya mendatangkan beras dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, kini telah berhasil mencapai swasembada beras.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemandirian pangan di tingkat pulau tersebut, lanjut Amran, turut berkontribusi besar dalam menekan biaya logistik antarwilayah yang sebelumnya ditanggung masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
"Dia yang ngangkut ini ditanggung oleh masyarakat kan? Sekarang ini kita swasembada kan?," ujarnya.
Amran menambahkan keberhasilan ini menjadikan Indonesia mampu menjaga inflasi pangan tetap terkendali, bahkan menempatkan posisi inflasi nasional di peringkat lima besar terbaik dunia.
"Dari lima provinsi, kalau tidak salah empat sudah swasembada (beras) di Pulau Kalimantan, sehingga inflasi alhamdulillah, posisi mungkin lima besar terbaik dunia," ucap Amran.
Ia menegaskan kebijakan pangan ke depan difokuskan pada peningkatan kemandirian pangan di tingkat pulau agar distribusi dan harga pangan lebih stabil di seluruh wilayah Indonesia.
Amran menjelaskan fokus awal pemerintah adalah memperkuat komoditas strategis seperti beras, jagung, dan gula putih, dengan melakukan pembenahan menyeluruh dari hulu hingga hilir agar pasokan dan harga tetap terkendali.
"Jadi, kita fokuskan pada komunitas strategis dulu. Yang strategis beras, jagung, kemudian gula putih, ini satu per satu kita beresin," terangnya.
Selain pangan pokok, sektor perkebunan dan hortikultura juga menjadi prioritas melalui program hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah, seperti pengolahan sawit menjadi minyak goreng yang mendukung stabilitas pasokan dalam negeri.
Ia menegaskan peta pengembangan komoditas pangan dan perkebunan telah disusun dengan rinci, agar setiap daerah memiliki arah pembangunan pangan yang jelas dan sesuai potensi wilayah masing-masing.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!