Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berada di Zona Radiasi, Warga Kampung Sadang Ogah Direlokasi

📅 Senin, 13 Okt 2025, 23:57 WIB | Oleh:
Berada di Zona Radiasi, Warga Kampung Sadang Ogah Direlokasi Doc: ANTARA/Devi Nindy
Ket. Kios milik Sartini yang tetap beroperasi meski telah ditempelkan stiker "Bahaya Radiasi" dengan laju tertera 23,9 mikrosievert per jam (µSv/jam) di Kampung Sadang, Desa Sukatani, Cikande, Banten, Senin (13/10).

SERANG, BANTEN - Sebagian warga Kampung Sadang, Desa Sukatani, Cikande, Kabupaten Serang, Banten, memilih tetap tinggal dan menolak direlokasi sementara ke tempat aman, kendati rumah dan kios mereka sudah ditandai garis kuning bertuliskan bahaya radiasi.

"Saya tahu katanya di sini ada radiasi, tapi sejauh ini saya nggak ada gejala apa-apa," ujar Rukmawati (32), saat ditemui di depan rumahnya yang berjarak beberapa meter dari garis pembatas di Kampung Sadang, Banten, Senin (13/10).

Dia mengaku tetap beraktivitas seperti biasa, meskipun rasa risih kerap muncul setiap kali melihat tanda peringatan itu.

Rukmawati mengatakan belum pernah ada petugas kesehatan yang datang untuk memeriksa kondisi warga di sekitar lokasi. "Belum ada. Tadinya dijanjikan nanti ada dokter ke sini, tapi sampai sekarang belum," katanya.

Saat mendengar kabar rencana relokasi sementara yang disampaikan pemerintah, Rukmawati menyatakan siap mengikuti jika demi keselamatan keluarga. Namun, ia menegaskan keputusan akhir harus melalui musyawarah bersama suami dan keluarganya.

"Kalau demi kesehatan, ya oke-oke saja, tapi harus rembukan dulu," ujarnya.

Meski begitu, dia mengaku relokasi bukan hal yang mudah bagi warga. "Kalau pindah sementara ke gedung, disiapin makan, anak dijamin, tetap aja kurang nyaman. Lebih enak tinggal di rumah sendiri, meskipun agak khawatir," tambahnya.

Di sisi lain, Sarniti (50), yang memiliki kios kecil di tepi jalan, justru menolak tegas rencana relokasi. "Saya nggak mau. Masalahnya rumah sendiri, walaupun jelek juga istana," katanya sambil tersenyum.

Sarniti mengaku tidak mendapat penjelasan yang jelas mengenai bahaya radiasi di sekitar rumahnya. "Cuma dibilang jangan lama-lama lewat situ, tapi nggak dijelasin kenapa," ucapnya.

Dia mengatakan hanya melihat beberapa petugas menempelkan stiker dan menarik garis kuning di sekitar rumah.

"Katanya Jumat (10/10) mau diangkut, tapi ternyata molor. Sekarang mau direlokasi juga saya nggak mau, nyaman aja di sini," ujarnya.

Meskipun tinggal di zona yang dikategorikan merah, Sarniti menegaskan tidak ada warga yang mengeluh sakit. "Alhamdulillah, semuanya sehat," imbuhnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Banten bersama Kepolisian Daerah Banten menegaskan keseriusan dalam penanganan kasus radiasi Cesium-137 di kawasan industri Cikande, Kabupaten Serang, Banten, dengan memastikan keselamatan warga yang tinggal di zona merah melalui relokasi sementara ke tempat yang layak dan tepat sasaran.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki usai sosialisasi perilaku hidup bersih sehat (PHBS) pada lingkungan terpapar pencemaran, di Kantor Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Senin, menekankan pentingnya kecepatan dan ketepatan proses evakuasi warga terdampak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.