Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Langkah Berani Pemda DIY! Malioboro Kembali ke Akar Tradisi, Bentor Diganti Becak Kayuh Modern

📅 Jumat, 10 Okt 2025, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Langkah Berani Pemda DIY! Malioboro Kembali ke Akar Tradisi, Bentor Diganti Becak Kayuh Modern Doc: FOTO ANTARA/ WAHYU PUTRO A
Ket. Illustrasi-Seorang turis asing menikmati kawasan malioboro dengan menggunakan becak, saat melintas di Jalan Malioboro, Yogyakarta.

YOGYAKARTA – Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta berencana menambah jumlah becak kayuh bertenaga alternatif sebagai langkah untuk menata ulang transportasi tradisional di kawasan wisata, khususnya Malioboro.

Kebijakan ini diarahkan untuk menggantikan becak motor (bentor) yang dinilai berlebih dan tidak sejalan dengan konsep kawasan bebas polusi serta ramah wisatawan.

Langkah tersebut mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam menyeimbangkan aspek ekonomi pelaku transportasi rakyat dengan keberlanjutan lingkungan dan estetika kota.

Dengan penggunaan tenaga alternatif, becak kayuh diharapkan tetap efisien tanpa menghilangkan nilai budaya serta ikon khas Yogyakarta sebagai kota wisata yang berkarakter dan ramah lingkungan.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti di Yogyakarta, Jumat (10/10), menyebut rencana itu telah disampaikan kepada pemerintah pusat.

"Kami juga menghubungi pihak-pihak yang bisa men-support kami untuk mengadakan becak kayuh bertenaga alternatif lebih banyak lagi," katanya.

Made menjelaskan, upaya penambahan becak kayuh bertenaga alternatif tersebut merupakan bagian dari langkah penataan transportasi tradisional di Yogyakarta.

Saat ini, ia menyebut terdapat sekitar 90 becak kayuh bertenaga alternatif yang sudah beroperasi dan jumlah tersebut akan terus ditingkatkan secara bertahap.

Pemda DIY juga membuka peluang kerja sama dengan lembaga donor maupun negara pemerhati low emission zone untuk mempercepat pengadaan armada becak ramah lingkungan tersebut.

Selain mempertimbangkan aspek kenyamanan dan estetika kota, lanjut Made, kebijakan itu juga diarahkan untuk menjaga keamanan pengguna jalan serta mendukung kawasan rendah emisi (low emission zone).

Menurut dia, Dinas Perhubungan DIY sudah sejak lama melakukan konsolidasi dengan paguyuban bentor terkait penertiban itu.

"Bukan kami bermaksud menghilangkan pekerjaan mereka, tapi menata. Penataan ini bisa soal modanya, layanannya, maupun jumlahnya. Karena kalau sudah over seperti saat ini, tentu akan menimbulkan ketidaknyamanan, akan semrawut," ujarnya.

Menurut Made, jumlah bentor di DIY saat pendataan terakhir pada masa pandemi COVID-19 tercatat sekitar 2.000 unit.

Angka itu diyakini telah bertambah hingga kini sehingga penertiban perlu dilakukan agar kawasan pusat kota, seperti Malioboro tetap nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

19 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

25 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.