Kunjungan Wisman Selama Januari-Agustus 2025 Catat Rekor Tertinggi sejak Pandemi
📅 Jumat, 10 Okt 2025, 21:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARAHO-PT KAI
JAKARTA – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia menunjukkan tren positif seiring pulihnya mobilitas global dan meningkatnya kepercayaan terhadap destinasi wisata tanah air.
Pertumbuhan kunjungan ini menjadi sinyal penting bagi kebangkitan sektor pariwisata yang sebelumnya terpukul pandemi.
Namun, tantangannya kini bergeser dari sekadar mengejar jumlah wisatawan menjadi memastikan kualitas pengalaman dan nilai ekonomi yang lebih besar bagi daerah tujuan.
Pemerintah dan pelaku industri perlu memperkuat infrastruktur, konektivitas, serta promosi berbasis digital untuk menarik segmen wisatawan bernilai tinggi.
Dengan strategi yang tepat, peningkatan kunjungan wisman dapat menjadi penggerak signifikan bagi devisa dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke wilayah Indonesia selama Januari-Agustus 2025 mencapai angka kunjungan tertinggi periode Januari-Agustus sejak pandemi Covid-19, yang bermula Maret 2020.
"Capaian ini menandai rekor tertinggi periode Januari-Agustus kunjungan wisatawan mancanegara sejak pandemi Covid-19 dan menunjukkan arah pemulihan pariwisata Indonesia berada di jalur yang benar," katanya saat menyampaikan Laporan Kinerja Bulanan Kementerian Pariwisata di Jakarta, Jumat (10/10).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama Agustus 2025 angka kunjungan wisman meningkat 12,33 persen dibandingkan kurun yang sama tahun sebelumnya menjadi 1,51 juta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Angka akumulatif kunjungan wisman selama Januari-Agustus 2025 menurut data BPS naik 10,38 persen dari kurun yang sama tahun 2024 menjadi 10,04 juta kunjungan.
Angka perjalanan wisatawan Nusantara selama Januari sampai Agustus 2025 tercatat 807,55 juta, naik 19,71 persen dari 674,6 juta perjalanan pada periode yang sama tahun 2024.
Angka perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri pada Agustus 2025 tercatat sekitar 685 ribu, lebih sedikit dibandingkan dengan angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
"Jumlah kedatangan wisman yang jauh lebih besar dibandingkan perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri ini menyebabkan surplus wisatawan yang positif bagi Indonesia," kata Menteri Pariwisata.
"Surplus wisatawan yang meningkat berdampak langsung pada kenaikan devisa bersih, sekaligus memperkuat kontribusi pariwisata terhadap pendapatan negara," ia menambahkan.
Menurut dia, surplus tersebut berdampak pada peningkatan permintaan layanan akomodasi, belanja wisatawan, lapangan kerja pariwisata, serta peluang investasi di infrastruktur pariwisata.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!