Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BKK Dana Keistimewaan Dorong Pemberdayaan Petani Sleman

📅 Jumat, 10 Okt 2025, 18:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
BKK Dana Keistimewaan Dorong Pemberdayaan Petani Sleman Doc: Dok. Antara

SLEMAN – Program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui program pemanfaatan tanah kalurahan, warga Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sleman, berhasil menggelar panen raya cabai dan semangka yang didanai dari BKK Danais.

Kegiatan panen di area persawahan Cangkring Malang pada Kamis (9/10) dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dan Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho.

Aris Eko Nugroho menjelaskan, program BKK Danais ini merupakan wujud pemanfaatan tanah kalurahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok miskin. “Di Kabupaten Sleman ada 15 kalurahan yang mendapat BKK untuk pertanahan. Program ini bagian dari arahan Gubernur DIY terkait Lumbung Mataraman,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini antusiasme kalurahan dalam mengajukan BKK terus meningkat. “Dengan tingginya antusias masyarakat terkait program ini, diharapkan tanah kalurahan dapat semakin memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan apresiasi kepada Pemda DIY atas dukungan melalui Danais yang telah membantu petani Banyurejo. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan memberdayakan petani kecil.

“Semoga ini dapat memberikan semangat kepada petani untuk terus memberdayakan lahan pertaniannya, serta dapat meningkatkan perekonomian para petani,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Banyurejo Suparjo menyebut Kalurahan Banyurejo menerima bantuan sebesar Rp122 juta. Penanaman dimulai sejak Juni 2025 di lahan seluas 1,5 hektare yang digarap oleh 20 petani, termasuk 16 petani miskin yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Yang kami tanam adalah cabai rawit dan cabai keriting. Kita juga tumpang sari dengan semangka,” jelasnya.

Suparjo menambahkan, hasil panen cabai dan semangka yang dilakukan pada Agustus dan September lalu telah menghasilkan pendapatan sekitar Rp77 juta. “Diharapkan angka tersebut terus naik ke depannya, sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Program BKK Danais yang diterapkan di Sleman ini menjadi contoh penerapan kebijakan keistimewaan Yogyakarta yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi lokal. Melalui pengelolaan tanah kalurahan yang produktif, pemerintah berharap kesejahteraan warga desa dapat meningkat sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.