Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sultan HB X: Jembatan Pandansimo sebagai Pengembangan Pantai Selatan

📅 Kamis, 09 Okt 2025, 17:56 WIB | Oleh:
Sultan HB X: Jembatan Pandansimo sebagai Pengembangan Pantai Selatan Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X saat meninjau Jembatan Pandansimo di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Kamis (9/10).

Bantul -- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan bahwa keberadaan Jembatan Pandansimo di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kabupaten Bantul sebagai bagian dari strategi pengembangan kawasan pantai selatan daerah tersebut.

"Saya kira jembatan ini selain bangunan bagus tapi juga eksotis, saya punya harapan bagaimana orang melihat jembatan itu tidak sekadar jembatan biasa, asal lewat," kata Sultan usai meninjau Jembatan Pandansimo Kabupaten Bantul, DIY, Kamis.

Menurut Gubernur, Jembatan Pandansimo yang menghubungkan wilayah selatan Kabupaten Bantul dengan Kulon Progo tersebut berada tidak jauh dari pantai selatan, sehingga saat wisatawan melintas langsung mendapat pemandangan laut di sisi selatan.

"Yang lewat (Jembatan Pandansimo) juga bisa menikmati sesuai selera mereka, dan kawasan laut ini harapan saya menjadi kawasan yang memang kita desain untuk pariwisata," katanya.

Selain itu, kata Sultan, dengan adanya Jembatan Pandansimo ini dapat mempersingkat waktu tempuh wisatawan yang datang dari Kulon Progo misalnya ketika hendak menuju kawasan pantai wilayah Bantul baik di Pantai Baru maupun kawasan Parangtritis.

"Kalau orang mau datang ke Pantai Parangtritis itu dari sana (Kulon Progo) ke sini (Bantul) itu harus kembali ke utara kira kira dua kilometer baru kembali ke selatan lagi, tetapi kalau ini (Jembatan Pandansimo) langsung masuk kawasan Pantai Parangtritis, kan gitu," katanya.

Lebih lanjut, Sultan juga mengatakan rencana pengembangan wisata parasailing atau aktivitas wisata dengan parasut khusus yang ditarik perahu sehingga terbang dan melayang ke udara di atas air, aktivitas ini memanfaatkan arah angin di kawasan selatan.

Dia mengatakan potensi ini diharapkan dapat menarik wisatawan mancanegara, terutama saat musim angin di Bali tidak memungkinkan aktivitas tersebut.

Dengan demikian, jembatan ini bukan sekadar fasilitas lalu lintas, tetapi juga bagian dari strategi pengembangan pariwisata selatan DIY.

"Kalau di Bali itu Januari sampai Juni. Sehingga harapannya, orang-orang asing itu karena arah angin berubah sehingga tidak bisa melakukan aktivitas parasailing itu di Bali, pindah ke sini (pantai selatan) untuk melakukan dari Juni sampai akhir tahun," kata Sultan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.