Menhan Ingin RSPPN Soedirman akan Dijadikan Fasilitas Bertaraf Internasional
Kamis, 09 Okt 2025, 15:47 WIBJAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan, Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Soedirman akan dijadikan fasilitas bertaraf internasional. Kemhan pun akan menggandeng Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mewujudkan mimpi itu.
"Dengan rumah sakit bertaraf internasional, maka kami bisa bekerja sama dengan rumah sakit antarnegara. Kami juga bisa mengundang praktik dokter dari mancanegara," ujar dia usai rapat konsultasi teknis di RSPPN Soedirman, Selasa (7/10).
Dalam kesempatan ini, turut hadir juga Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dan Kepala BPOM, Taruna Ikrar. Menurut Sjafrie, RSPPN juga berencana akan kerja sama dengan rumah sakit dari Tiongkok untuk mengembangkan pengobatan tradisional khas Indonesia.
Diketahui, Negeri Tirai Bambu dikenal sudah maju untuk pengobatan tradisional dan bisa berdampingan dengan pengobatan modern. Itu yang menurutnya, ingin dipelajari oleh Indonesia.
Purnawirawan jenderal bintang empat itu yakin, RSPPN Soedirman mampu mengantongi sertifikasi taraf internasional. Sebab, tahap awal infrastruktur sudah dipenuhi.
"Rumah sakit ini memiliki 28 lantai, lalu untuk kapasitas tempat tidur tersedia 1.000. Kemudian ada 100 ruang perawatan intensif (ICU), rumah sakit ini juga sudah masuk ke dalam tipe A," ujar dia.
RSPPN Soedirman saat ini hanya perlu melengkapi sejumlah persyaratan terkait pengembangan tenaga kesehatan. Menurut Sjafrie, kualitas sebuah rumah sakit sangat bergantung pada ketersediaan dokter, alat kesehatan, dan perawatan kesehatan.
"Terutama post operation," ucap dia.
Meski begitu, Sjafrie belum merinci jumlah dokter spesialis maupun dokter umum yang saat ini bertugas di RSPPN Soedirman.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa standar internasional pada fasilitas kesehatan harus dimulai dari peningkatan kualitas tenaga medis. Agar setara dengan tenaga kesehatan global.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah melalui kerja sama dan kesepakatan pertahanan internasional yang membuka pintu bagi dokter-dokter di RSPPN. Guna bisa belajar ke rumah sakit terbaik dunia di luar Indonesia.
"Sebaliknya dokter-dokter terbaik dari dunia juga bisa dititipkan (belajar di RSPPN), perawat-perawat terbaiknya bisa datang ke sini untuk mengajar di rumah sakit ini. Dengan begitu, kemampuan tenaga medis bisa cepat ter-upgrade, dengan begitu, kemampuan tenaga medis TNI bisa setara dengan tenaga kesehatan lain di dunia," ucap dia.
Selain itu, Kementerian Kesehatan setuju RSPPN Soedirman akan menjadi rumah sakit penyelenggara pendidikan utama untuk tujuh dokter spesialis. Hal itu sesuai dengan insruksi Presiden Prabowo Subianto yang ingin ada percepatan jumlah dokter spesialis.
"Ini untuk mengimbangi alat-alat kesehatan yang sekarang sudah terdistribusi ke seluruh rumah sakit di Indonesia. Itu berdasarkan masukan dari Wakasau yang mengatakan ada banyak rumah sakit yang dimiliki TNI, alat modernnya sudah ada, tetapi dokter spesialisnya tidak ada," ucap dia. ils/I-1
- Menhan
- Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Soedirman
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Visa Belum Terbit, Calon Haji Bakal Terpisah dari Rombongan Awal
-
Gubernur DKI Minta Waduk Karian di Banten Segera Rampung demi Kejar Target 100 Persen Air Bersih di 2029
-
Andre Onana Jadi Pemain Inti Saat Manchester United Lawan Lyon
-
Demo Mahasiswa Minta TNI Kembali ke Barak, Menhan Malah Akan Tempatkan Militer ke Kantor-kantor Pemerintah
-
Menhan Ungkap Jurnalis Bisa Berobat Gratis di RSPPN Soedirman
-
Hidayat Nur Wahid Tegaskan Pentingnya Pematangan Sekolah Rakyat
-
Konflik AS-Israel vs Iran Picu Blokade Selat Hormuz, Energi Global Terguncang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.