Demo Mahasiswa Minta TNI Kembali ke Barak, Menhan Malah Akan Tempatkan Militer ke Kantor-kantor Pemerintah

Rabu, 17 Sep 2025, 01:14 WIB

JAKARTA – Masyarakat nanti bisa mempertanyakan langkah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang akan menempatkan prajurit TNI ke kanator-kantor pemerintahan, termasuk gedung DPR/MPR, di Senayan, Jakarta Pusat. Apakah Menhan tidak membaca isi tuntutan aksi unjuk rasa 17+8. Salah satu inti tuntutan adalah menggiring tentara ke barak. Lahh…ini bagaimana Menhan malah akan menyebar tentara ke lembaga-lembaga pemerintahan.

Meskipun itu demi alasan keamanan, mestinya tidak dilakukan karena sudah ada sekuriti. Puluhan bahkan tentu ada ratusan sekuriti yang bertugas menjaga DPR atau kantor pemerintah lain. Jadi tidak perlu ada tentara. Kalau memang dibutuhkan, tentu hanya dalam kasus tertentu, dan bisa dipanggil sewaktu-waktu, tidak perlu ada TNI stay.

Ket. Foto: kendaraan militer — Sumber: ist

"Jadi TNI akan menjaga simbol kedaulatan negara seperti DPR. Saya sudah menyetujui dan Panglima akan menindaklanjuti bersama para kepala staf bahwa instalasi DPR akan dijaga oleh TNI," kata Sjafrie kepada awak media usai menjalani rapat dengan Komisi I di gedung DPR, Selasa.

Sjafrie menjelaskan penjagaan itu dilakukan atas inisiatif dari Kementerian Pertahanan sendiri dan telah dilakukan sejak masa aksi demonstrasi besar-besar berlangsung pada akhir Agustus hingga awal September lalu. Bahkan hingga aksi demonstrasi berujung ke anarkis di beberapa tempat, prajurit TNI sudah bersiaga di beberapa gedung pemerintahan, termasuk gedung parlemen.

Hingga saat ini, situasi sudah terbilang kondusif. Namun demikian, Sjafrie belum ada rencana menarik pasukannya dari beberapa gedung pemerintahan, termasuk gedung parlemen. "Sampai dengan, tadi katanya kondusif, (sampai) lebih kondusif lagi. Supaya rakyat bisa merasa aman dan nyaman dalam bekerja," jelas Sjafrie.

Untuk diketahui, personel TNI yang terdiri dari TNI Angkatan Darat dan TNI AL dari satuan Marinir masih berjaga di sekitar gedung parlemen. Hingga siang ini saja, beberapa kendaraan taktis (rantis) TNI AD masih bercokol di depan halaman gedung DPR/MPR seperti Anoa dan beberapa kendaraan dinas militer lainnya.

Bertemu Sufmi

Sebelum rapat kerja, Sjafrie bertemu Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang menyambut kedatangannya. Sufmi mengantarkannya menghadiri rapat kerja dengan Komisi I DPR. Sufmi Dasco menyambut Sjafrie dalam kapasitasnya sebagai Pimpinan DPR Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Sebelum mengantarkan ke tempat rapat, Dasco pun menerima Sjafrie di ruang kerjanya.

"Pak Dasco sendiri merupakan satu teman yang cukup lama, sebelum dia ada di DPR saya sudah mengenal dia," kata Sjafrie. Dasco dan Sjafrie pun tampak berbincang akrab di ruang kerjanya di Gedung Nusantara III DPR. Sjafrie pun mengaku berbincang dengan Dasco seputar isu yang menjadi atensi secara nasional.

Sjafrie pun mengaku bertemu dengan Dasco untuk menjaga soliditas dan hubungan yang baik antara kedua lembaga negara. Setelah bertemu, Dasco pun kemudian mengantarkan Sjafrie dan berjalan bersama hingga ke ruangan Komisi I DPR.

"Saya atas nama pemerintah, khususnya Kementerian Pertahanan-TNI, tentunya perlu memelihara soliditas dan hubungan kerja yang bagus antara pemerintah dengan legislatif," kata Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan ad interim tersebut. Adapun Sjafrie menghadiri rapat dengan Komisi I DPR bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, beserta para kepala staf TNI.

  • Menhan
  • TNI
  • Gedung DPR/MPR/DPD RI

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.