Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inflasi Masih Tinggi, The Fed Tahan Suku Bunga

📅 Kamis, 09 Okt 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Inflasi Masih Tinggi, The Fed Tahan Suku Bunga Doc: istimewa
Ket. Gubernur Federal Reserve Bank Kansas City, Jeff Schmid

WASHINGTON - Gubernur Federal Reserve Bank Kansas City, Jeff Schmid, menegaskan bahwa kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) masih perlu bersifat restriktif untuk waktu yang lebih lama mengingat inflasi yang tetap tinggi dan ketidakpastian prospek ekonomi.

“Dengan inflasi yang masih terlalu tinggi, kebijakan moneter perlu menahan laju pertumbuhan permintaan agar ada ruang bagi sisi penawaran untuk tumbuh dan meredakan tekanan harga dalam perekonomian,” ujar Schmid, kemarin, dalam pidato yang telah disiapkan untuk sebuah acara di Kansas City.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Schmid menambahkan bahwa suku bunga saat ini masih “sedikit bersifat restriktif”, dan menurutnya posisi tersebut sudah tepat. Ia menekankan bahwa langkah kehati-hatian diperlukan agar pencapaian target inflasi jangka menengah Federal Reserve (The Fed) tidak terganggu.

Beberapa analis sebelumnya memperkirakan Schmid akan menentang keputusan penurunan suku bunga itu. Namun, ia akhirnya mendukung langkah tersebut dan menyebutnya sebagai strategi “manajemen risiko” untuk memperkuat pasar tenaga kerja.

Meski begitu, Schmid juga mengisyaratkan bahwa The Fed mungkin tidak perlu kembali memangkas suku bunga dalam waktu dekat, mengingat inflasi masih bertahan di level tinggi.

“Situasi saat ini adalah kondisi di mana peningkatan permintaan yang terlalu agresif justru bisa meningkatkan risiko lonjakan harga yang berlebihan, karena perusahaan memperoleh kekuatan harga dan meningkatkan alih beban tarif kepada konsumen,” katanya.

Gubernur The Fed Kansas City itu menilai kenaikan tarif impor turut mendorong naiknya harga barang tahan lama. Ia juga menyebut kekhawatiran bahwa inflasi kini menyebar lebih luas, dengan semakin banyak kategori barang yang mengalami kenaikan harga. Sementara itu, pasar tenaga kerja dinilainya mulai mendingin, tetapi masih tetap kuat.

Schmid menambahkan, ia berharap keterlambatan publikasi data ekonomi akibat penutupan sebagian pemerintahan AS segera berakhir. Sembari menunggu, ia akan menggunakan sumber data alternatif terkait pasar tenaga kerja dan harga, termasuk survei serta informasi dari pelaku bisnis.

Pertemuan berikutnya para pejabat The Fed dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Oktober mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.