Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Negara Asia Tenggara Siap Klik ‘Agree’! Perjanjian Kerangka Ekonomi Digital Asean Bakal Rampung Bulan Ini

📅 Senin, 06 Okt 2025, 20:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Negara Asia Tenggara Siap Klik ‘Agree’! Perjanjian Kerangka Ekonomi Digital Asean Bakal Rampung Bulan Ini Doc: ANTARA/ Muhammad Zulfikar
Ket. Ilustrasi-Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mempromosikan produk kepada calon pembeli lewat media zoom di Kota Padang, Sumatera Barat.

JAKARTA – Perjanjian Kerangka Ekonomi Digital Asean (DEFA) jadi langkah penting menuju integrasi ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara. Lewat kesepakatan ini, negara-negara ASEAN berupaya membangun aturan bersama untuk perdagangan digital, perlindungan data, keamanan siber, dan inovasi lintas batas.

DEFA bisa dibilang jalan tol digital bagi ekonomi Asean — mempermudah transaksi, memperluas pasar UMKM, dan mendorong kolaborasi teknologi antarnegara. Kalau diterapkan dengan konsisten, perjanjian Kerangka Ekonomi Digital ASEAN ini bisa jadi fondasi kuat buat menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai kekuatan baru di tingkat global.

Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian menyampaikan dokumen Perjanjian Kerangka Ekonomi Digital Asean atau Asean Digital Economic Framework Agreement (DEFA) diharapkan selesai dan dapat ditandatangani pada 26 Oktober mendatang.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi dalam sambutannya di acara AsiaXchange 2025 yang diselenggarakan oleh The Rockefeller Foundation.

“Dalam Keketuaan Asean tahun ini (yang diketuai Malaysia), Indonesia bekerja sama dengan negara-negara anggota Asean untuk menuntaskan Digital Economic Framework Agreement (DEFA). Ini merupakan prinsip pertama kegiatan ekonomi digital di kawasan, dan kami harapkan dapat ditandatangani pada 26 Oktober mendatang,” kata Edi di Jakarta, Senin (6/10).

DEFA merupakan inisiatif yang bertujuan membangun kerangka regulasi bersama serta menyelaraskan kebijakan ekonomi digital antarnegara, guna mempercepat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asean.

Dengan adanya DEFA, Edi menyatakan bahwa Asean akan memasuki era baru ekonomi digital bersama seluruh negara anggotanya.

Pada kesempatan tersebut, Edi turut menegaskan bahwa secara umum Indonesia mendorong Asean dan para mitra kawasan untuk menyelaraskan kebijakan, menarik investasi, serta saling berbagi praktik terbaik.

Pendekatan kolektif ini diyakini dapat memperkuat daya saing Asean dan mempercepat kemajuan menuju kesejahteraan serta pertumbuhan berkelanjutan di kawasan.

Tidak hanya terkait DEFA, dalam konteks kerja sama Asean, Edi menambahkan bahwa Indonesia juga berpartisipasi dalam inisiatif Asean Power Grid, yang merupakan bagian penting dari strategi Asean untuk menghubungkan jaringan antarnegara melalui pemanfaatan energi terbarukan.

Saat ini, ujar Edi, Asean menghadapi tantangan besar di balik pertumbuhan ekonominya yang pesat. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi lintas negara, di mana Indonesia berperan aktif mendorong kerja sama yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam konteks global, Indonesia terus memperkuat posisi Asean di forum internasional, termasuk melalui Presidensi G20 tahun 2022 yang berhasil menyatukan suara negara berkembang dan menjaga relevansi forum di tengah ketegangan geopolitik.

Sebagai satu-satunya anggota Asean di G20 dan peserta aktif APEC, Indonesia yang mewakili negara berkembang terus memastikan agar prioritas ASEAN seperti rantai pasok yang tangguh, transformasi digital, ketahanan pangan dan energi, serta pertumbuhan inklusif tetap menjadi perhatian utama dalam agenda global.

Edi juga menyoroti capaian Indonesia dalam bidang perdagangan internasional. Indonesia baru saja menuntaskan perjanjian dagang dengan Uni Eropa dan Eurasia, serta berhasil menurunkan tarif resiprokal dengan Amerika Serikat (AS). Saat ini, pembahasan dengan AS masih berlanjut untuk sejumlah komoditas strategis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

35 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.