Cerita Pilu dan Perjuangan Berat Tim SAR saat Evakuasi Korban Runtuhan Al-Khoziny, Mulai Gatal-gatal hingga Ancaman Ambruk Susulan
📅 Senin, 06 Okt 2025, 15:55 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
JAKARTA – Evakuasi korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) penuh kepiluan dan perjuangan keras. Selain beragam kendala, sejumlah anggota tim pencarian dan pertolongan (SAR) yang terlibat dalam evakuasi sempat mengalami serangan gatal-gatal akibat gangguan kulit selama bertugas.
Bangunan mushala di lantai tiga Ponpes Al Khoziny ambruk pada Senin (29/9) saat tengah menjalani renovasi. Saat kejadian, ratusan santri sedang melaksanakan shalat berjamaah dan terjebak di bawah puing-puing.
Lebih dari 400 petugas petugas pencarian dan penyelamatan (SAR) dikerahkan untuk melakukan evakuasi. Namun, proses penyelamatan terkendala oleh struktur bangunan yang tidak stabil dan risiko ambruk susulan.
Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Budi Irawan dalam konferensi pers yang diikuti dari Jakarta, Senin (6/10), mengungkapkan keluhan itu muncul karena sebagian petugas tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang baik.
“Setelah evaluasi kemarin, ada beberapa anggota yang banyak terserang penyakit kulit, gatal-gatal, karena tidak memakai APD yang baik,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keluhan tersebut kini sudah berhasil di atasi berkat bantuan berupa APD tambahan, vitamin, dan kebutuhan kesehatan lainnya bagi tim penyelamat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).
Menurut Budi, bantuan itu membantu menjaga stamina dan kesehatan para relawan sehingga mereka dapat tetap bekerja maksimal dalam operasi yang telah berlangsung berhari-hari.
BNPB menekankan pentingnya menjaga kesehatan personel, mengingat operasi evakuasi masih berlanjut dan membutuhkan tenaga besar untuk menyelesaikan pencarian korban.
Sebaiknya Anda baca juga:
Posko tanggap darurat di Sidoarjo melaporkan per Senin dini hari atau hari kedelapan, jumlah korban ditemukan bertambah menjadi 54, termasuk lima bagian tubuh jadi jumlah jenazah utuh yang telah dievakuasi sebanyak 49, ratusan korban selamat, dan 13 orang korban masih hilang. Data jumlah korban ini masih dimungkinkan berubah seiring proses evakuasi yang masih berlangsung.
Ia memastikan operasi tidak akan berhenti meskipun menghadapi hambatan di lapangan.
“Targetnya hari ini selesai. Tapi ini bukan hari terakhir, bila belum selesai, pencarian akan terus dilanjutkan sampai tuntas,” katanya.
Budi juga mengingatkan seluruh tim tetap berdoa dan bekerja dengan penuh kehati-hatian agar misi kemanusiaan ini dapat berjalan lancar hingga semua korban berhasil ditemukan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!