Dua Siswi di Jawa Tengah Ciptakan 'Ompreng', Kotak Makan Pintar yang Bisa Deteksi Makanan Basi!
Minggu, 05 Okt 2025, 18:45 WIBJAKARTA â Dua siswi SMA Negeri 2 Cilacap, Jawa Tengah, berhasil menciptakan sebuah inovasi teknologi sederhana namun sangat bermanfaat bagi masyarakat luas. Mereka menamai karyanya Ompreng, sebuah kotak makan pintar yang mampu mendeteksi apakah makanan masih layak dikonsumsi atau sudah basi.
Inovasi tersebut digagas oleh Alya Meisya N dan Felda Triana W, dua pelajar kelas XI jurusan fisika-matematika. Ide itu muncul dari keprihatinan keduanya terhadap banyaknya kasus keracunan makanan, terutama yang terjadi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah.
âKami menciptakan alat ini karena prihatin banyak kasus keracunan makanan. Ompreng bisa mendeteksi kebasian makanan, terutama makanan MBG yang dibagikan di sekolah,â ujar Alya saat ditemui di sekolahnya, Kamis (2/10/2025).
Secara bentuk, Ompreng menyerupai kotak makan berukuran besar dengan sejumlah sensor yang terpasang di bagian tutupnya. Proses pengecekan dilakukan dengan memasukkan sampel makanan ke dalam kotak, lalu sensor akan bekerja membaca hasilnya dalam waktu sekitar tiga hingga lima menit.
Hasil pendeteksian kemudian muncul pada indikator digital di permukaan alat. Untuk mendeteksi makanan berbahan hewani, Ompreng menggunakan sensor MQ135, sedangkan bahan pangan nabati menggunakan sensor MQ3 yang lebih sensitif terhadap gas alami dari buah dan sayuran.
Daging akan dinyatakan aman apabila indikator berada di kisaran angka 100â400, sedangkan nilai mendekati 1.000 menandakan makanan sudah basi. Untuk buah dan sayuran, kisaran aman berada di angka 100â500, dan bila melewati batas itu maka makanan tersebut telah mengeluarkan gas tanda kebusukan.
Keunggulan lain dari Ompreng adalah kemampuannya untuk terhubung dengan aplikasi Blynk IoT berbasis Android. Hasil pendeteksian dapat dipantau langsung melalui ponsel pengguna. âKoneksinya lewat WiFi, jadi bisa ditinggal sambil dipantau lewat HP,â jelas Alya.
Sistem kerja Ompreng menggabungkan sensor suhu, warna, dan gas untuk memastikan keakuratan hasil pendeteksian. Alya dan Felda berharap alat tersebut bisa dikembangkan lebih lanjut agar mampu mendeteksi keberadaan bakteri berbahaya seperti E. coli dan Salmonella, yang sering menjadi penyebab utama keracunan makanan.
Inovasi karya dua siswi ini telah melalui tahap uji coba di laboratorium sekolah. Hasilnya memuaskan hingga akhirnya Ompreng berhasil menyabet Juara 2 ajang AHM Best Student (AHMBS) Regional Jateng-DIY 2025, yang diselenggarakan oleh Astra Honda Motor secara daring pada 11â23 September lalu.
Kepala SMA Negeri 2 Cilacap, Masripah, mengaku bangga atas prestasi anak didiknya. Ia menegaskan bahwa sekolah akan terus mendorong riset siswa yang berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat. âItu karya anak-anak yang berbasis riset. Kami selalu dorong siswa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Saat ini alat tersebut sudah dipakai untuk mengecek makanan MBG sebelum dibagikan ke siswa,â katanya.
Ia menilai langkah tersebut sangat penting untuk menjaga keselamatan para pelajar dari risiko keracunan. âKalau hasilnya tidak layak, langsung kita hentikan pembagian. Semua demi keamanan siswa,â tegas Masripah.
Sementara itu, Felda berharap inovasi mereka bisa dikembangkan lebih luas dan diadopsi oleh lembaga pendidikan lainnya. âKami ingin Ompreng bisa membantu mengurangi kasus keracunan makanan di tanah air,â pungkasnya.
Dengan kepekaan terhadap isu kesehatan dan semangat riset tinggi, Alya dan Felda menjadi contoh generasi muda yang mampu memadukan ilmu pengetahuan dengan kepedulian sosial. Inovasi sederhana mereka membuktikan bahwa teknologi bisa lahir dari ide kecil yang berdampak besar bagi masyarakat.
- Jawa Tengah
- Makan Bergizi Gratis (MBG)
- Keracunan MBG
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Aman Naik Ojol, Pemprov Jateng Siapkan Aplikasi Lindungi Pengemudi Ojol Perempuan
-
Akselerasi Solusi Proteksi Syariah kepada Keluarga Indonesia, Generali Indonesia Hadirkan GEN Syariah Perlindungan Aman dengan Manfaat yang Bertumbuh, Bertambah dan Berkah
-
Pemprov DKI: Stok Pangan di Jakarta Aman meski Ada Konfik AS-Israel dan Iran
-
MBG Miliki Potensi Besar Dorong Ekonomi Rakyat
-
Kejar Tahun Ajaran Baru, PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap II Brebes Rampung Juni
-
MBG Ditegaskan Tak Ganggu Anggaran Pendidikan 2026
-
Ingin Cepat Kaya, Pria Magelang Cari Pesugihan di Kebumen, Tewas Diracun "Sang Dukun"
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.