Ingin Cepat Kaya, Pria Magelang Cari Pesugihan di Kebumen, Tewas Diracun 'Sang Dukun'

Sabtu, 30 Mei 2026, 16:46 WIB

Kebumen, Koran Jakarta – Kematian seorang pria berinisial MU (55), warga Kabupaten Magelang, yang ditemukan tewas di area petilasan Pagar Suruh, Kebumen, akhirnya terungkap. Jajaran Satreskrim Polres Kebumen berhasil menangkap pelaku hanya dalam waktu kurang dari 24 jam.


Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang sedang menggembala kambing pada Senin (19/5/2025) sekitar pukul 11.45 WIB. Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah mulai rusak dan tanpa identitas, sehingga mempersulit proses identifikasi. Namun, polisi menggunakan alat khusus dan berhasil mengidentifikasi korban sebagai MU warga Mranggen, Srumbung, Magelang.

Ket. Foto: Gambar ilustrasi pria diracun, hasil generate image dari ChatGPT — Sumber: ChatGPT


Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri didampingi Kasatreskrim AKP Yosua Farin Setiawan mengungkapkan bahwa pelaku adalah WH (27), warga Desa Kalirancang, Kecamatan Alian, Kebumen.

Motif Pembunuhan Pria Magelang di Petilasan Kebumen

Motif pembunuhan ini adalah sakit hati karena pelaku pernah dihina oleh korban. "Korban diduga pernah meremehkan pelaku dengan menyebut WH tidak mampu mendatangkan kekayaan melalui ritual pesugihan," ungkap Kapolres. Meski demikian, WH tetap menerima ajakan MU untuk melakukan ritual kembali pada Kamis (15/5/2025).

Ajakan itu justru dimanfaatkan pelaku untuk balas dendam. Saat persiapan ritual, WH mencampurkan racun ke dalam air mineral yang disamarkan sebagai air bunga ritual. Air beracun itu kemudian diberikan kepada korban, yang langsung sekarat dan meninggal di lokasi.



Panik, WH kabur dengan membawa sepeda motor dan ponsel milik korban. Ia semat mempreteli motor dan mereset ponsel untuk menghilangkan jejak. Namun penyelidikan cepat polisi berhasil mengungkap fakta-fakta penting. Pelaku kini telah diamankan.



Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak mudah terjerumus dalam praktik mistis seperti pesugihan yang menjanjikan kekayaan instan. "Selain bertentangan dengan akal sehat, praktik seperti itu berisiko menimbulkan konflik bahkan kejahatan," tegasnya. (*)

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Winoto Wahyu

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.