Cegah Keracunan! Banyuwangi Latih Ratusan Petugas MBG agar Makanan Anak Aman dan Bergizi

Minggu, 05 Okt 2025, 20:58 WIB

BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memberikan pelatihan keamanan pangan kepada 150 pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa aman, sehat, dan higienis, sekaligus mencegah terulangnya kasus keracunan di sekolah.

Sebanyak 150 orang penjamah makanan yang mendapatkan pelatihan keamanan pangan itu terdiri atas petugas belanja, juru masak, penyaji makanan, hingga pendistribusian MBG, dan mereka berasal dari SPPG Kecamatan Giri, Glagah, Kabat, Muncar dan Siliragung.

Ket. Foto: Kegiatan pelatihan keamanan pangan program MBG bagi pengelola SPPG di Banyuwangi, jawa Timur. — Sumber: ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi

"Petugas SPPG merupakan garda terdepan dalam program MBG, oleh karena itu mereka harus ditambah wawasan dan ilmu terkait prinsip dasar keamanan pangan, karena penting untuk memastikan bahwa makanan MBG aman dikonsumsi siswa," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam keterangannya di Banyuwangi, Minggu.

Menurut dia, pelatihan keamanan pangan bagi pengelola SPPG ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas para penjamah makanan MBG, terutama dalam menerapkan prinsip higienis dan sanitasi dalam proses pengolahan pangan, sehingga risiko keracunan bisa diantisipasi.

Dalam pelatihan itu, lanjut Ipuk, peserta dibekali berbagai materi oleh narasumber dari BPOM Jember dan tim ahli sanitasi Dinas Kesehatan Banyuwangi.

Materi pelatihannya mencakup pemilihan bahan baku, pengolahan, penyajian hingga distribusi makanan sesuai standar keamanan pangan.

"Keselamatan anak-anak adalah prioritas, tidak boleh ada kompromi dalam hal keamanan makanan. Setelah pelatihan para penyedia MBG bisa menyajikan makanan yang lebih sehat dan higienis, dan jangan sampai terjadi keracunan," ucap Ipuk.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Amir Hidayat menjelaskan untuk menjaga operasional SPPG pihaknya akan melakukan sejumlah hal.

Seperti pendampingan puskesmas dalam pengelolaan MBG, inspeksi kesehatan lingkungan dan pemeriksaan sampel makanan di laboratorium, serta penerbitan Sertifikat Laik Hygiene dan Sanitasi (SLHS) bagi SPPG yang telah memenuhi standar.

"Pelatihan akan dilakukan secara bertahap hingga menyasar seluruh pengelola MBG se-Banyuwangi, kami akan kebut pelatihannya, target akhir Oktober tuntas," kata Amir.

Sampai saat ini, di Banyuwangi telah beroperasi 30 SPPG dengan total pekerja sebanyak 1.477 orang, dan dari jumlah tersebut, baru sekitar 21 persen pengelola yang sudah mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat keamanan pangan.

  • jawa timur
  • pemkab banyuwangi
  • dapur sppg
  • keracunan mbg
  • petugas mbg

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.