15 Warga Banjarmasin Magang di Jepang

Rabu, 18 Feb 2026, 12:56 WIB

BANJARMASIN – Magang kerja di luar negeri bisa menjadi jalan untuk meraih prestasi. Maka, Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) melepas 15 tenaga kerja dan penerima beasiswa Kaikoukai Healthcare Corporationuntuk magang ke Jepang tahun 2026.

Mereka adalah angkatan ke-4 yang keberangkatannya dilepas secara resmi oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, didampingi Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman, sejumlah Kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), serta jajaran terkait di Aula Balaikota Banjarmasin, Rabu.

Ket. Foto: jepang jadi destinasi magang yang bagus — Sumber: ist

Wakil Wali Kota Banjsrmasin Ananda menyatakan delegasi ini juga diamanahkan sebagai Duta Budaya Banjar di Jepang, membawa identitas dan nilai budaya daerah selama menjalani masa kerja di Negeri Sakura. Dia menyampaikan rasa syukur atas keberlanjutan program kerja sama tersebut yang kini telah memasuki batch keempat.

"Kami bersyukur bahwa tenaga kerja dari Kota Banjarmasin, walaupun tidak semuanya dari Kota Banjarmasin, kalau secara riil dari Kota Banjarmasin ada dua orang dan dari Kalimantan Selatan ada beberapa, tetapi pusat pelatihannya ada di Kota Banjarmasin dan ini sudah batch keempat,” ujarnya. Dia menegaskan bahwa meskipun ini merupakan pengiriman terakhir untuk skema saat ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap kerja sama tidak berhenti sampai di sini.

"Walaupun ini adalah pengiriman yang terakhir, kami berharap tidak terhenti sampai di sini, karena manfaatnya sangat besar. Kita sudah testimoni dari generasi muda yang bekerja di sana, mereka mendapatkan pendapatan yang layak, kehidupan yang layak, dan keluarganya di sini juga merasakannya,” jelasnya.

Ananda menambahkan bahwa Pemkot Banjarmasin akan terus berupaya menjajaki peluang kerja sama baru di bidang ketenagakerjaan. “Kami akan terus menindaklanjuti apakah ada kerja sama lain di bidang tenaga kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Pelaksana Kerja Sama, Machli Riyadi menjelaskan bahwa secara keseluruhan program ini telah memberangkatkan lebih dari 60 orang dari angkatan 1 hingga 4 ini. "Hari ini kita melepas 15 orang untuk batch keempat, dan secara keseluruhan sudah lebih dari 60 orang. Ini adalah buah dari kerja sama yang dirintis sejak dulu,” katanya.

Dia menerangkan bahwa sebelum diberangkatkan, para peserta menjalani pendidikan bahasa dan budaya Jepang selama kurang lebih satu tahun, termasuk penguatan budaya Banjar sebagai identitas mereka.

"Seluruh pembiayaan, mulai dari pembelajaran bahasa Jepang, tiket ke Jakarta, ujian bahasa Jepang, sampai keberangkatan ke Jepang, semuanya dibiayai oleh Kaikoukai Healthcare Group. Pemerintah hanya memfasilitasi dan memastikan penjaminan mutunya,” kata Machli. Menurut dia, konsep kerja sama ini menjadi satu-satunya di Indonesia dengan skema Government to Business (G-to-B), dimana pemerintah langsung bekerja sama dengan pelaku usaha di Jepang.

“Keunggulannya adalah pembiayaan tidak keluar dari pemerintah sepeser pun. Kita merekrut, menyeleksi, dan menyiapkan sistem bersama mereka, sementara seluruh pembiayaan ditanggung oleh pihak Jepang,” ujarnya.

Machli menyampaikan bahwa setiap peserta memiliki kontrak kerja selama lima tahun. Berdasarkan hasil pemantauan dan advokasi langsung di Jepang, sebagian besar peserta angkatan sebelumnya merasa betah dan ingin melanjutkan kerja sama.

“Kontraknya lima tahun setiap angkatan, dan mereka yang sudah bekerja di sana cenderung ingin tetap tinggal di sana, bahkan ingin memperpanjang kerja samanya. Ada yang ingin mengajak orang tuanya ke Jepang,” ungkapnya.

Dia menegaskan bahwa kerja sama ini tidak benar-benar berakhir, melainkan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kebijakan dari pihak Jepang.

“Bukan berarti kerja sama berakhir, tetapi untuk pengiriman tenaga perawat di tahun 2026, sementara disesuaikan dengan kebijakan mereka. Tidak menutup kemungkinan untuk tenaga profesional lainnya," katanya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Tradisi Pasar Jajan, Kearifan Lokal Pekalongan Cermin Semangat Gotong Royong

Rantai Makanan Rusak, Harimau Terancam Masuk Permukiman dan Kehilangan Mangsa

Fantastis! Ribuan Robot Humanoid Bakal Adu Kemampuan di World Humanoid Robot Games

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

Hati-hati! Sindikat Pemalsuan Uang di Tangsel Hendak Edarkan ke Bank, Ini Modusnya

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan Layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.