Indonesia–Prancis Bangun Kapal Riset Canggih BRIN, Dilengkapi Teknologi Laut Mutakhir untuk Pemetaan Biodiversitas Nusantara
Kamis, 11 Jun 2026, 16:45 WIBJakarta - Direktur Pengelolaan Armada Kapal Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Nugroho Dwi Hananto mengungkapkan dua kapal riset baru bernama Kapal Riset Nasional (Krisna) yang akan dibangun bersama Prancis dilengkapi sejumlah teknologi mutakhir.
Ditemui usai Penandatanganan Kontrak Pembangunan Krisna di Jakarta, Kamis (11/6), Nugroho memaparkan kapal yang terdiri atas kapal riset pesisir atau coastal research vessel dan kapal riset penjelajah samudra atau ocean going research vessel itu nantinya akan membantu memetakan biodiversitas lautan Nusantara.
"Bedanya, peralatan yang kita install lebih canggih untuk bisa memetakan kedalaman laut secara keseluruhan, mengambil sampel-sampel biota, geologi, dan juga batuan," kata Nugroho.
Nugroho menjelaskan teknologi tersebut memungkinkan para peneliti untuk melaksanakan riset geosains dan biodiversitas kelautan dengan metode free stock assessment, serta environmental DNA secara langsung di atas kapal.
Selain itu kedua kapal riset ini nantinya bisa menjadi platform untuk melaksanakan riset dengan berbagai peralatan riset mutakhir seperti Remotely Operated Vehicle (ROV), Autonomous Unmanned Vehicle (AUV), serta peralatan-peralatan lainnya seperti Ocean Bottom Seismometer (OBS), ocean bottom hydropon, ocean bottom electromagnetic, dan lain sebagainya.
"Dengan menggunakan kedua kapal ini kita ingin melangkah lebih jauh menjadi pemain global dalam bidang riset ilmiah kelautan," ujar Nugroho.
Lebih lanjut Kepala BRIN Arif Satria menekankan riset dan inovasi merupakan kunci untuk meningkatkan kontribusi sektor maritim terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) melalui eksplorasi sumber daya laut yang berkelanjutan dan mitigasi bahaya, sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto di sektor maritim.
Kehadiran kapal riset ini juga diharapkan dapat memperkaya riset soal maritim Indonesia, dimana saat ini lautan Indonesia yang telah dipetakan jumlahnya kurang dari 19 persen.
"Kapal riset memainkan peran mendasar dalam riset dan inovasi maritim karena berfungsi sebagai laboratorium ilmiah bergerak yang memungkinkan pengumpulan data, pengujian teknologi, dan observasi langsung terhadap lingkungan laut," katanya.
"Data dan informasi yang diperoleh oleh kapal riset modern sangat penting untuk kebijakan maritim, pengelolaan sumber daya, perlindungan lingkungan, dan tanpanya pengembangan teknologi tidak akan tersedia," tambah Kepala BRIN Arif Satria.
Diketahui, kedua kapal tersebut akan dibangun di perusahaan galangan kapal ternama asal Prancis yakni Piriou. Kolaborasi pembangunan kapal riset ini didanai oleh Badan Pembangunan Prancis (AFD) dengan nilai kontrak pembangunan kapal mencapai 82 juta Euro.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Regulasi Digital UMKM Perlu Diperkuat
-
PGN–BRIN Dongkrak Produktivitas Pesisir, Panen Biosalin Jepara Tembus 176 Ton
-
65,8 Persen Garis Pantura Jawa Alami Abrasi, Peneliti BRIN Ungkap Penyebabnya!
-
Review MacBook Air M5: Laptop Apple yang Makin Ngebut, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
-
Pemkab Bekasi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Arus Mudik Lebaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.