Terungkap! DPR Temukan Ribuan Ton Beras Bulog Diduga Tak Layak Konsumsi, Begini Respons Dirut
Jumat, 03 Okt 2025, 02:45 WIBJAKARTA -Â Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan seluruh proses pemeliharaan beras dilakukan sesuai prosedur, mulai dari harian hingga triwulan. Pernyataan ini disampaikan menanggapi temuan Komisi IV DPR RI yang mendapati 1.200 ton beras Bulog diduga tak layak konsumsi di Gudang Cabang Ternate, Maluku Utara.
"Kita kan menggunakan prosedur-prosedur yang sudah ditetapkan, bagaimana teknis maupun aplikasi pemeliharaan beras. Itu kita sudah lengkap mulai pemeliharaan harian, mingguan, bulanan, bahkan triwulan," kata Rizal di Jakarta, Kamis.
Dia menyampaikan hal itu ketika dikonfirmasi awak media mengenai temuan Komisi IV DPR RI yang menemukan 1.200 ton beras Bulog diduga tak layak konsumsi di Gudang Perum Bulog Cabang Ternate, Maluku Utara, Selasa (23/9). Dalam video yang diunggah DPR, beras tersebut diketahui sudah disimpan sejak Mei 2024.
Menanggapi hal itu, Rizal mengatakan bahwa selain pemeliharaan rutin, Bulog juga melakukan pengecekan acak mengenai kualitas beras secara berkala, memastikan setiap karung beras yang didistribusikan tetap sehat dan higienis bagi masyarakat.
"Upaya-upaya yang kami lakukan adalah melakukan pengecekan secara random kualitas-kualitas beras tersebut," ujarnya.
Ia menekankan langkah bertingkat dan berkelanjutan terus dilakukan Bulog untuk menyiapkan beras sehat yang siap dikonsumsi.
"Dari langkah-langkah kami yang bertingkat, bertahap, dan berlanjut ini diharapkan bisa menyajikan beras-beras yang layak dan betul-betul sehat dikonsumsi oleh masyarakat," ucapnya.
Kendati demikian, kata dia, jika ada beras rusak, Bulog telah menyiapkan program reprocessing, yakni membersihkan dan mencuci ulang beras, sehingga beras yang layak tetap bisa dinikmati masyarakat.
Sementara untuk beras yang tidak layak konsumsi akan dialihkan menjadi pakan ternak, sehingga tidak ada bahan yang terbuang sia-sia dan tetap bermanfaat secara ekonomi.
Mengenai jumlah beras rusak, Bulog masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan menyeluruh agar data yang disampaikan akurat serta dapat menjadi dasar tindakan selanjutnya.
Termasuk mengenai wilayah penyimpanan beras yang banyak mengalami kerusakan, Rizal juga mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pengecekan, memastikan semua stok diperiksa dan kualitasnya dijaga secara merata di seluruh gudang Bulog.
"Belum tahu (lokasi gudang yang memiliki beras rusak), sedang dicek dulu," kata Rizal.
- beras bulog
- ternate
- dpr
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Peluang “Rebound”Terbuka, 23 Februari 2026
-
DPR Dorong Penurunan BPIH 2026: Minta Efisiensi Anggaran Haji Tanpa Korbankan Kualitas Pelayanan
-
Ketahanan Energi: Tiongkok Gelontorkan 1,28 Triliun Yuan untuk Pembangunan Fasilitas Konservasi Air
-
Mewujudkan Persahabatan Warga Dunia dengan Bahasa Indonesia Lewat Festival Handai Indonesia 2025
-
Jangan Jadi Celah Mafia Tambang! Anggota DPR Ratna Juwita Sari Desak Legalisasi Tambang Rakyat Diawasi Ketat Demi Keadilan
-
Stok beras Bulog Batam
-
Legislator DPR Dorong Investigasi Dugaan Air Kemasan dari Sumur Bor Bukan Mata Air Pegunungan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.