Saat Air Mengering Akibat Kemarau, Sumur Bor Jadi Penyelamat Warga Jambi

Minggu, 09 Agu 2026, 18:25 WIB

MUARO JAMBI – Musim kemarau yang berlangsung hampir dua bulan membuat air bersih menjadi kebutuhan yang kian sulit dipenuhi warga Desa Sarang Burung, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi.

Di tengah kondisi tersebut, ratusan warga mulai mengandalkan sumur bor pertanian sebagai sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ket. Foto: Seorang anak di Desa Sarang Burung Kecamatan Jaluko tengah mengisi air dari sumur bor pertanian di wilayah tersebut ke dalam jeriken, Minggu (9/8/2026). — Sumber: ANTARA/ Agus Suprayitno.

Pemanfaatan fasilitas pertanian ini menunjukkan bagaimana infrastruktur yang semula ditujukan untuk mendukung produktivitas lahan juga dapat menjadi penopang kehidupan warga ketika sumber air semakin terbatas.

Di sisi lain, kondisi ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan agar kebutuhan rumah tangga dan sektor pertanian tetap berjalan beriringan saat kemarau berkepanjangan.

"Semenjak kemarau kami pakai air ini untuk kebutuhan rumah, untuk masak juga untuk air minum. Air bagus, jernih," ungkap Alfiani warga Desa Sarang Burung, Muaro Jambi, Minggu (9/8).

Menurut dia, sumur bor pertanian dibangun untuk mengaliri air ke lahan pertanian milik warga Sarang Burung.

Namun, akibat sumber air dari sumur milik warga mengering, akhirnya warga memanfaatkan sumur bantuan pemerintah tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci hingga konsumsi rumah tangga.

"Sumur ini membantu, tidak ada masalah lagi saat kemarau, jadi sudah aman," jelasnya.

Maskinah, warga lainnya menambahkan, selain sumur bor pertanian, saat ini masyarakat Desa Sarang Burung telah menggunakan sumur bor bantuan program TNI-AD Manunggal Air yang dibangun awal tahun lalu.

Menurut dia, sejak sumur bor tersebut beroperasi, kecukupan air bersih bagi 1.962 jiwa masyarakat desa tersebut sudah bisa terpenuhi dengan baik.

"Sejak ada sumur itu, kami tidak pakai air Sungai Batanghari lagi. Hidupnya lancar walau di gilir, hampir semua masyarakat tersambung," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meresmikan 47 titik sumber air bersih di Provinsi Jambi dalam program TNI AD Manunggal Air sebagai upaya membantu masyarakat Indonesia mendapatkan akses air bersih.

Salah satu titik pembangunan berada di RT 03 Desa Sarang Burung, Kecamatan Jaluko. Lokasi itu dipilih karena daerah tersebut menjadi salah satu wilayah rawan air bersih.

"Program ini saya pikir masih terus dilanjutkan setelah kita berkoordinasi dengan para gubernur dan para bupati, masih banyak daerah yang memerlukan (air bersih). Kalau kita keroyok ramai-ramai akan lebih mempercepat penyelesaian kekurangan air bersih masyarakat," kata Jenderal Maruli Simanjuntak.

Sementara itu Gubernur Jambi Al Haris mengatakan bahwa program TNI-AD Manunggal Air merupakan bukti nyata kehadiran institusi pertahanan negara dalam mengatasi permasalahan air bersih di desa tersebut.

"Program ini sangat membantu masyarakat, apalagi air merupakan kebutuhan yang sangat mendasar," kata Al Haris.

  • Muaro Jambi
  • sumur bor

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.