PT KAI Sediakan Fasilitas Rumah Singgah Berarsitektur Limas di Sumatra

Minggu, 09 Agu 2026, 18:30 WIB

PALEMBANG - PT Kereta Api Indonesia menghadirkan fasilitas rumah singgah berarsitektur Rumah Limas bagi seluruh pekerja stasiun. Informasi penyediaan fasilitas tempat istirahat ini dijelaskan melalui keterangan resmi pada Sabtu (8/8).

Penyediaan ruang ini bertujuan mendukung operasional petugas yang berdinas jauh dari kawasan permukiman penduduk setempat. Jalur kereta api di daerah tersebut dikelilingi hutan serta perkebunan yang cukup sepi saat malam.

Ket. Foto: — Sumber: KAI

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan skema penyediaan tempat beristirahat bagi para pekerja. Petugas lapangan kerap menyelesaikan tugas dinas pada malam hari sehingga membutuhkan tempat perlindungan sementara.

“Di beberapa lokasi, pekerja kami berdinas cukup jauh dari permukiman dan perjalanan pulang dapat melewati perkebunan maupun kawasan yang sepi. Ketika dinasan berakhir malam hari, rumah singgah memberi pilihan bagi mereka untuk beristirahat lebih dahulu,” ujar Anne.

Wilayah Divre III Palembang mencakup Payakabung, Serdang, Karangenda, Gunungmegang, Muaragula, Muaralawai, Sukacinta, Simpang, Gelumbang, Penanggiran, dan Merapi. Lokasi Divre IV Tanjungkarang meliputi Rengas, Tulungbuyut, Negeri Agung, Tanjungrajo, Waypisang, Sungai Tuha, Gilas, serta Lubukbatang.

Bangunan singgah tersebut mengusung arsitektur tradisional Sumatra Selatan dengan bentuk atap limas yang sangat dominan. Karakternya memiliki bangunan ditinggikan, teritisan lebar, ornamen geometris, kisi-kisi, serta elemen bernuansa kayu khas lokal.

Anne mengungkapkan bahwa desain tradisional tersebut dirancang untuk menyesuaikan kehidupan masyarakat setempat di Palembang. Bangunan adat ini berkembang bersama lingkungan alam yang dekat dengan iklim tropis serta Sungai Musi.

“Sentuhan Rumah Limas membuat ruang istirahat pekerja memiliki kedekatan dengan daerah tempat mereka bertugas. Fungsinya mengikuti kebutuhan masa kini, sementara arsitekturnya membawa identitas lokal yang tetap terasa,” kata Anne.

Perusahaan mencatat jumlah tenaga kerja KAI Induk mencapai 28.003 orang sampai periode Juni 2026. Sebanyak 20.446 pegawai atau sekitar 73 persen berada dalam rentang usia 18 hingga 40 tahun.

KAI meraih peringkat kedua secara nasional dengan perolehan nilai 96,25 pada Indonesia’s Best Employers 2026. Pemeringkatan oleh majalah Tempo bersama Statista tersebut menilai budaya kerja hingga aspek rekomendasi para pekerja.

Keberadaan rumah singgah menjadi sarana pendukung bagi petugas di antara bentang alam wilayah Sumatra. Fasilitas sederhana tersebut menjalankan fungsi penting yang sangat dekat dengan kehidupan harian seluruh pekerja. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.