Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riau Catat Inflasi Tertinggi Nasional September 2025, Cabai Merah Jadi Biang Kerok

📅 Jumat, 03 Okt 2025, 04:00 WIB | Oleh:
Riau Catat Inflasi Tertinggi Nasional September 2025, Cabai Merah Jadi Biang Kerok Doc: ANTARA/Indah PS
Ket. Seorang pedagang cabai dan bahan pokok lainnya di Pasar Bawah, Kota Pekanbaru yang harganya naik sehingga menjadi komoditas penyebab inflasi.

PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat inflasi bulanan daerah tersebut pada September 2025 menjadi yang tertinggi secara nasional, yakni sebesar 1,11 persen berdasarkan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari bulan sebelumnya, Agustus.

Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, saat rilis resmi di Pekanbaru, Rabu, menyampaikan bahwa secara nasional dari 38 provinsi, sebanyak 24 provinsi mengalami inflasi dan 14 lainnya mengalami deflasi. Di Pulau Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Riau, sementara terendah di Lampung.

“Secara nasional ternyata Riau mencatat inflasi bulanan (month to month) tertinggi. Inflasi nasional berada di angka 0,21 persen, sedangkan inflasi Riau 1,11 persen. Untuk deflasi terdalam terjadi di Papua Selatan, yakni minus 1,08 persen,” ujarnya.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi terbesar terjadi pada kelompok makanan dan minuman sebesar 3,01 persen, diikuti perawatan pribadi dan jasa lainnya 1,33 persen, serta pendidikan 0,05 persen.

Adapun komoditas utama penyumbang inflasi adalah cabai merah yang memberikan andil besar hingga 1,11 persen, seiring kenaikan harga yang cukup signifikan. Selain itu, emas perhiasan juga konsisten naik dengan andil 0,10 persen. Komoditas lain yang turut menyumbang inflasi adalah ayam hidup, daging ayam ras, serta jeruk.

“Harga cabai merah naik akibat kondisi cuaca tidak menentu sehingga banyak petani mengalami gagal panen. Sementara harga emas terus meningkat dipengaruhi faktor global,” jelas Asep.

Sementara itu, untuk inflasi tahunan (year on year), dari 38 provinsi, tercatat 37 provinsi mengalami inflasi dan hanya Maluku Utara yang mengalami deflasi. Secara nasional, inflasi tahunan tertinggi dicatatkan Sumatera Utara, disusul Riau dengan capaian 5,08 persen.

“Inflasi tahunan ini menjadi peringatan karena sudah cukup tinggi, jauh di atas target pemerintah yang hanya plus minus 2,5 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi paling signifikan sebesar 10,79 persen dengan andil 3,42 persen,” paparnya.

Komoditas utama penyumbang inflasi tahunan di Riau juga didominasi cabai merah dan emas perhiasan, diikuti bawang merah, beras, daging ayam ras, serta ayam hidup. Bahkan, harga cabai merah di Pekanbaru sempat menembus Rp100 ribu per kilogram pada akhir September 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.