• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Hasil Studi: Terapi Lebih ...

Hasil Studi: Terapi Lebih Aman untuk Penderita Gangguan Retina

Jumat, 03 Okt 2025, 14:35 WIB

JAKARTA - Studi Salween yang diumumkan pada Kongres Euretina 2025 di Paris, Prancis menyebutkan pengobatan gangguan retina degenerasi makula basah (nAMD) dan variasi PCV dengan Faricimab terbukti tidak hanya mampu memulihkan penglihatan secara signifikan tapi juga memiliki efek yang bertahan lebih lama.

"Hasil studi ini merupakan langkah maju yang penting khususnya bagi pasien PCV di Indonesia. Terapi pengobatan injeksi dengan Faricimab tidak hanya mencapai peningkatan kualitas penglihatan yang bermakna secara klinis, tetapi juga dapat mengurangi beban pengobatan dan berdampak positif bagi kualitas hidup pasien, pendamping, bahkan keluarganya," kata Kepala Departemen Mata RSCM Dr. dr. Ari Djatikusumo, SpM (K), dalam keterangan pers yang diterima, Jumat.

Ket. Foto: — Sumber: Moses Eye Care

Degenerasi makula basah (nAMD), merupakan kerusakan pada pusat penglihatan akibat pembuluh darah abnormal. Ini juga berlaku untuk PCV (Polypoidal Choroidal Vasculopathy), yaitu sebuah variasi dari nAMD yang ditandai dengan adanya benjolan polip di bawah retina dan menjadi salah satu penyebab utama kebutaan di Asia.

Gejala umum dari nAMD antara lain adanya area gelap di bagian pusat penglihatan, pandangan kabur, warna terlihat lebih pudar, atau garis lurus tampak seperti bergelombang.

Studi Salween menginformasikan pengobatan Faricimab memberikan efek pasien rata-rata bisa membaca 8-9 huruf lebih banyak di bagan tes mata setelah satu tahun pengobatan. Peningkatan ini sangat penting karena benjolan polip yang menjadi sumber masalah ditemukan tidak aktif pada 86 persen kasus, bahkan 61 persen jaringan tumbuh yang abnormal hilang sepenuhnya.

Perbaikan ini secara langsung mengurangi risiko pendarahan pada retina, salah satu ancaman terbesar yang bisa berujung pada kebutaan. Kabar baik lainnya adalah lebih dari separuh pasien kini bisa mendapatkan suntikan dengan interval empat bulan sekali tanpa khawatir penglihatannya akan menurun.

Jadwal yang lebih jarang ini tentu meringankan beban fisik, waktu, dan biaya bagi pasien serta keluarga, sehingga pasien tidak perlu terlalu sering datang ke rumah sakit untuk suntik mata.

“Semoga inovasi ini dapat membantu pasien mendapatkan manfaat dari terapi Faricimab. Diagnosis yang cepat, serta penanganan sedini mungkin diharapkan dapat membantu memulihkan penglihatan dan mencegah kehilangan penglihatan lebih lanjut,” ujar Dr. Ari Djatikusumo.

Di Indonesia, Badan POM telah menyetujui penggunaan Faricimab sejak tahun 2023 untuk beberapa kondisi retina serius, termasuk degenerasi makula basah (nAMD) dan pembengkakan makula akibat diabetes atau dalam dunia kedokteran, dikenal dengan istilah DME.

Dr. Ari Djatikusumo merekomendasikan bagi yang mengalami gejala nAMD untuk segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Mata agar mendapat pemeriksaan lengkap, penegakan diagnosis, serta pengobatan yang tepat.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

Berita Terbaru

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

Coco Gauff Juara Cincinnati Open 2026! Tampil Perkasa dan Ukir Prestasi Gemilang

Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Bakal Direlokasi, Ini Persiapannya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.