Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terobosan Fertilitas, Sel Kulit Manusia Bisa Diubah Jadi Sel Telur

25 Kamis, 02 Okt 2025, 07:23 WIB | Oleh:
Terobosan Fertilitas, Sel Kulit Manusia Bisa Diubah Jadi Sel Telur Terobosan Fertilitas, Sel Kulit Manusia Bisa Diubah Jadi Sel Telur Doc: OHSU/Christine Torres Hicks
Ket. Para peneliti OHSU sedang mengembangkan strategi berbasis transfer inti sel somatik untuk mengatasi infertilitas melalui gametogenesis in vitro, atau IVG. Sebuah studi yang diterbitkan hari ini menjelaskan ilmu di balik teknik yang ditunjukkan pada model tikus.

PENELITIAN terkait dengan fertilitas, dengan mengubah sel kulit manusia menjadi sel telur memang masih dalam tahap awal. Tetapi jika para ilmuwan dapat menyempurnakan prosesnya, guna menyediakan sel telur yang terkait secara genetik bagi perempuan yang tidak subur karena usia lanjut, penyakit, atau perawatan medis.

“Kelompok pasien terbesar yang mungkin mendapat manfaat adalah perempuan dengan usia ibu lanjut,” kata Prof. Shoukhrat Mitalipov, yang memimpin penelitian di Oregon Health and Science University di Portland.

“Kelompok lainnya adalah mereka yang telah menjalani kemoterapi karena hal itu dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk memiliki sel telur yang layak,” imbuhnya dikutip dari The Guardian.

Meskipun perempuan diharapkan menjadi penerima manfaat utama, sel kulit yang digunakan untuk menghasilkan sel telur tidak harus berasal dari calon ibu.

“Kami menggunakan sel kulit perempuan dalam penelitian ini, tetapi Anda juga dapat menggunakan sel kulit dari laki-laki,” kata Mitalipov kepada Guardian. “Anda bisa membuat sel telur untuk pria, dan dengan cara itu, tentu saja, ini akan berlaku untuk pasangan sesama jenis,” ungkapnya.

Penelitian ini memanfaatkan kloning yang dipelopori pada tahun 1990-an di Roslin Institute di Skotlandia. Sebuah tim yang dipimpin oleh mendiang Ian Wilmut menggunakan transfer inti sel somatik untuk menciptakan domba Dolly.

Prosesnya melibatkan pengambilan inti sel dari sel domba dewasa dan menempatkannya ke dalam sel telur domba yang inti selnya telah dibuang. Sel telur yang dihasilkan dibawa hingga lahir oleh induk pengganti Dolly.

Tim Oregon mengambil pendekatan serupa dengan mengumpulkan sel-sel kulit dari wanita dan mengambil inti sel dari masing-masing sel. Inti sel tersebut mengandung 46 kromosom yang membawa sekitar 20.000 gen yang menyusun kode genetik manusia. Setiap inti sel kulit ditempatkan pada sel telur donor sehat yang inti selnya telah dibuang.

Tantangan utama yang dihadapi para ilmuwan adalah sel telur manusia yang sehat hanya mengandung 23 kromosom. Sebanyak 23 kromosom lainnya masuk ke dalam sperma saat pembuahan dan dibutuhkan agar sel telur yang telah dibuahi berkembang menjadi embrio dan akhirnya menjadi bayi.

Dalam tulisannya di Nature Communications, tim Oregon menjelaskan bagaimana mereka mengatasi masalah kelebihan kromosom. Setelah membuahi sel telur dengan sperma, mereka mengaktifkannya menggunakan senyawa yang disebut roscovitine.

Hal ini menyebabkan sel telur memindahkan sekitar setengah kromosomnya ke dalam struktur yang disebut badan kutub, sehingga kromosom yang tersisa berpasangan dengan kromosom dari sperma.

Dalam sel telur manusia yang sehat dan telah dibuahi, 23 kromosom dari ibu berpasangan dengan 23 kromosom dari ayah. Namun, tim Oregon menemukan bahwa kromosom dalam sel telur mereka terpisah dan berpasangan secara acak. Hal ini menyebabkan embrio tahap awal memiliki jumlah kromosom dan pasangan kromosom yang salah.

“Kompleks kromosom abnormal ini tidak diharapkan menghasilkan bayi yang sehat,” kata Prof. Paula Amato, salah satu penulis studi di Oregon. Tim ini sedang berupaya untuk meningkatkan proses tersebut.

Dari 82 sel telur yang dibuat di laboratorium Oregon, kurang dari 10 persen berkembang hingga tahap di mana embrio IVF biasanya ditransfer ke rahim ibu, menunjukkan bahwa prosesnya tidak terlalu efisien. Tidak ada yang dikultur lebih dari enam hari.

Mitalipov menyebut penelitian ini sebagai “bukti konsep” dengan lebih banyak tantangan di depan. Menyempurnakan teknik ini dan mendemonstrasikan keamanannya pada pasien mungkin membutuhkan waktu satu dekade lagi. “Saya pikir ini akan lebih sulit daripada yang telah kami lakukan selama bertahun-tahun sejauh ini, tetapi bukan berarti mustahil,” ujarnya.

Ilmuwan lain memuji terobosan ini. Prof. Richard Anderson dari Universitas Edinburgh mengatakan, banyak perempuan tidak dapat memiliki keluarga karena kehilangan sel telur, yang dapat terjadi karena berbagai alasan, termasuk setelah perawatan kanker. Kemampuan untuk menghasilkan sel telur baru akan menjadi kemajuan besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Luar Negeri
Macron Murka atas Serangan ...

Sekolah Rakyat Perluas Ruang Berkarya Siswa

59 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Sekolah Rakyat Perluas Ruan...

Pemkot Bekasi Jamin Kenyamanan Investasi

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Bekasi Jamin Kenyama...
Luar Negeri
Trump Melunak, Tarif 50 Per...
Advertisement
Bikin ASEAN Takjub, Kapal Selam Tanpa Awak Bikinan PT PAL Sabet Penghargaan Internasional

Bikin ASEAN Takjub, Kapal Selam Tanpa Awak Bikinan PT PAL Sabet Penghargaan Internasional

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.