Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ilmuwan Berlomba Ciptakan Sel Telur Buatan

📅 Kamis, 02 Okt 2025, 07:58 WIB | Oleh:
Ilmuwan Berlomba Ciptakan Sel Telur Buatan Doc: Foto: Kosuke Okahara
Ket. Seorang ilmuwan di laboratorium Katsuhiko Hayashi di Universitas Osaka sedang meneliti IVG. Para ilmuwan di sini telah menciptakan sel telur tikus menggunakan sel punca dan terus mempelajari lebih lanjut tentang prosesnya.

KATSUHITO Hayashi, ahli genetika perkembangan di Universitas Osaka, sedang mengembangkan cara untuk membuat apa yang ia sebut sel telur dan sperma “buatan” dari sel mana pun di dalam tubuh manusia. Ia mengambil cawan plastik bening dari inkubator dan mengamatinya di bawah mikroskop. “Kau benar-benar ingin melihat sel aslinya, kan?” tanya Hayashi sambil menunjuk ke arah mikroskop dikutip WUNC.

Hayashi, ahli genetika perkembangan di Universitas Osaka, Jepang, adalah pelopor dalam salah satu bidang penelitian biomedis yang paling menarik dan kontroversial yang disebut dengan  gametogenesis in vitro, atau IVG.

Tujuan IVG adalah untuk menyediakan pasokan tak terbatas dari apa yang Hayashi sebut sel telur dan sperma “buatan.” Bahannya dari sel mana pun di dalam tubuh manusia. Hal itu memungkinkan siapa pun seperti orang lanjut usia, infertil, lajang, memiliki bayi yang terkait secara genetik.

Selain tantangan teknis yang masih harus diatasi, terdapat kekhawatiran etis yang mendalam tentang bagaimana IVG pada akhirnya dapat digunakan. Untuk memberikan gambaran seberapa dekat IVG dengan kenyataan, Hayashi dan salah satu rekannya di Jepang baru-baru ini setuju untuk mengizinkan NPR mengunjungi laboratorium mereka untuk membahas penelitian mereka.

“Menerapkan teknologi semacam ini pada manusia sangatlah penting,” kata Hayashi. “Saya sangat, sangat antusias dengan hal itu,” ungkapnya.

Dari Tikus ke Manusia

Melalui mikroskop, sel-sel dalam cawan Hayashi tampak seperti gumpalan perak yang berkilauan. Sel-sel tersebut merupakan jenis sel punca yang dikenal sebagai sel punca pluripoten terinduksi, atau iPS. “Sel-sel iPS sebenarnya membentuk semacam pulau mereka tumbuh sambil saling bersentuhan,” kata Hayashi. “Jadi mereka tampak seperti pulau,” paparnya.

Seorang ilmuwan di laboratorium Katsuhiko Hayashi di Universitas Osaka sedang meneliti IVG. Para ilmuwan di sini telah menciptakan sel telur tikus menggunakan sel punca dan terus mempelajari lebih lanjut tentang prosesnya.

Sel IPS dapat dibuat dari sel apa pun di dalam tubuh dan kemudian secara teoritis dapat bermetamorfosis menjadi jenis sel lain. Keserbagunaan ini suatu hari nanti dapat membantu para ilmuwan memecahkan berbagai masalah medis.

Hayashi mengambil cawan persegi panjang lain dari inkubator untuk menjelaskan bagaimana ia melakukannya. Cawan tersebut berisi organoid ovarium struktur yang ia ciptakan yang dapat memelihara sel-sel yang terbuat dari sel iPS menjadi sel telur yang matang sepenuhnya.

Di bawah mikroskop, setiap sel telur tampak seperti bola biru yang bersinar. Puluhan sel telur terlihat jelas. “Pada dasarnya kita bisa mendapatkan 200 sel telur yang belum matang dalam satu organoid ovarium,” kata Hayashi. Telur tikus seperti ini kata dia untuk melakukan sesuatu yang bahkan lebih inovatif mengembangbiakkan tikus yang tampaknya sehat dan subur. Hal itu mengirimkan gelombang kejut ilmiah ke seluruh dunia dan memicu perlombaan internasional untuk melakukan hal yang sama bagi manusia. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Janice/Chong Singkirkan Ung...
Ekonomi
Sentimen The Fed Masih Domi...
Megapolitan
BMKG: Sebagian Jakarta Baka...
Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.