Usai Juara di Tokyo Alcaraz Memilih Mundur dari Shanghai Masters
Rabu, 01 Okt 2025, 13:18 WIBJAKARTA - Â Kemungkinan lelah usai menjadi kampiun di Tokyo, maka Carlos Alcaraz memutuskan untuk mengundurkan diri dari Shanghai Masters. Selain itu, dia juga mengalami cedera pergelangan kaki kiri. "Dengan sangat kecewa saya mengumumkan tidak akan dapat bermain di Rolex Shanghai Masters tahun ini," tulis Alcaraz di Instagram Stories, Rabu.
Meskipun mengalami cedera pergelangan kaki pada pertandingan pembuka di Tokyo melawan Sebastian Baez, Alcaraz tetap berjuang untuk mengangkat trofi dan meraih gelar kedelapan ATP Tour musim ini. Kesuksesan itu sekaligus membawa Alcaraz mencatatkan kemenangan terbanyak dalam satu musim, yakni 67 kemenangan pertandingan pada 2025, menurut indeks menang/kalah ATP.
"Sayangnya, saya sedang berjuang melawan beberapa masalah fisik dan, setelah berdiskusi dengan tim saya, kami yakin keputusan terbaik adalah beristirahat dan memulihkan diri," ujar Alcaraz. "Saya sangat menantikan untuk bermain di hadapan para penggemar yang luar biasa di Shanghai lagi. Saya berharap dapat segera kembali dan bertemu dengan para penggemar saya di China tahun depan!"
Dengan mundurnya petenis Spanyol tersebut, Corentin Moutet akan mengisi slot unggulan -- menjadi unggulan ke-33. Petenis Prancis itu akan menghadapi finalis Beijing, Learner Tien, atau Miomir Kecmanovic, di babak kedua. Sedangkan Sinner, petenis No.2 dunia, akan menjadi petenis dengan peringkat tertinggi di Shanghai, menggantikan posisi Alcaraz sebagai unggulan teratas.
Petenis Italia itu berada di paruh bawah klasemen dan akan berhadapan dengan Daniel Altmaier atau petenis kualifikasi/lucky loser pada pertandingan pembukanya. Alexander Zverev akan menjadi unggulan kedua. Petenis Jerman itu memimpin paruh kedua undian dan akan menghadapi petenis kualifikasi atau petenis Argentina Mariano Navone. Pertandingan undian utama ajang ATP Masters 1000 Shanghai dimulaipada Rabu (1/10), dan final dijadwalkan pada Minggu (12/10).
Juara
Sebelumnya, Carlos Alcaraz meraih gelar kedelapannya musim ini dengan mengalahkan Taylor Fritz pada final Japan Open di Tokyo, Selasa, dalam debutnya di ajang ATP 500 tersebut. Hanya sembilan hari setelah kekalahannya dari Fritz di Laver Cup, petenis nomor 1 dunia itu menunjukkan dominasinya.
Dia menang gemilang 6-4, 6-4 untuk mencatatkan 67 kemenangan dan delapan trofi pada 2025, menurut indeks menang/kalah ATP, sekaligus mengancam untuk melampaui rekor 73 kemenangan rivalnya Jannik Sinner. "Tidak diragukan lagi, ini adalah musim terbaik saya sejauh ini," kata Alcaraz, seperti disiarkan ATP.
"Delapan gelar, 10 final, itu menunjukkan betapa kerasnya saya bekerja hanya untuk bisa merasakan momen-momen ini dan mencapai tujuan saya," ujarnya. "Saya tidak memulai tahun dengan baik, berjuang secara emosional, jadi bagaimana saya bangkit dari itu, saya sangat bangga pada diri sendiri, dan pada semua orang di sekitar saya yang telah membantu saya berada di posisi ini," ujar petenis berusia 22 tahun itu.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Hitung Mundur Proyek Gas Masela, Pemerintah Targetkan Konstruksi 2027
-
Sinner Tebar Ancaman di Musim Turnamen Tanah Liat
-
Apel Siaga Ambulans untuk Pelayanan Kegawatdaruratan saat Mudik Lebaran
-
Penggantian Baterai Mobil Listrik, Simak Mekanisme dan Perkiraan Biayanya!
-
Final Piala Dunia 2026, Babak Kedua 0-0, Laga Berlanjut ke Babak Perpanjangan Waktu, Argentina 10 Pemain
-
Disidang di Miami, Influencer Andrew Tate dan Adiknya Menolak Diekstradisi ke Inggris
-
Antonelli Gagalkan Hamilton Menang di Kandang, Perlebar Keunggulan di Puncak Klasemen F1
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.