• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Cetak Sejarah di Paris! AG...

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Senin, 24 Agu 2026, 15:25 WIB

JAKARTA - AG.AL resmi dinobatkan sebagai Club Champion Esports World Cup (EWC) 2026 setelah menuntaskan rangkaian kompetisi selama tujuh pekan di Paris, Prancis. Gelar tersebut menjadi pencapaian penting bagi AG.AL setelah bersaing dengan ratusan klub dari berbagai negara dalam ajang esports berskala global.

EWC 2026 mempertemukan lebih dari 2.000 pemain yang mewakili 200 klub dari lebih dari 100 negara. Para peserta bersaing dalam 25 turnamen yang mempertandingkan 24 game dengan total hadiah mencapai US$75 juta.

Ket. Foto: AG.AL resmi dinobatkan sebagai Club Champion Esports World Cup (EWC) 2026 setelah menuntaskan rangkaian kompetisi selama tujuh pekan di Paris, Prancis. Gelar tersebut menjadi pencapaian penting bagi AG.AL setelah bersaing dengan ratusan klub dari berbagai negara dalam ajang esports berskala global. — Sumber: Istimewa

AG.AL mengamankan posisi teratas setelah mengoleksi 5.300 poin dan berhak mendapatkan hadiah sebesar US$7 juta. Team Falcons berada di posisi kedua dengan 4.600 poin, disusul Team Vitality dengan 3.300 poin, Natus Vincere dengan 2.950 poin, dan Team Liquid dengan 2.700 poin.

Perjalanan AG.AL menuju gelar juara ditopang oleh performa kuat di sejumlah game. Mereka menjadi juara pertama Tekken 8, meraih posisi kedua di Chess, Free Fire dan Honor of Kings World Cup, serta menempati posisi ketiga dalam Teamfight Tactics.

Gelar Club Championship akhirnya ditentukan melalui turnamen Trackmania pada pekan terakhir EWC. Gwendal "Gwen" Duparc dari AG.AL tampil sebagai juara dalam turnamen Trackmania perdana EWC sekaligus mengunci posisi klubnya di puncak klasemen.

Sebelumnya, Team Falcons yang merupakan juara Club Championship selama dua tahun berturut-turut berada di posisi teratas klasemen sementara. Namun, peluang tersebut berubah setelah Carl-Antoni "Carl Jr." Cloutier tersingkir di babak perempat final Trackmania.

AG.AL kemudian hanya membutuhkan hasil minimal posisi ketiga untuk memastikan gelar Club Championship. Gwen mampu tampil dominan di babak final dan mengamankan hadiah turnamen sebesar US$130.000 sekaligus membawa AG.AL menjadi klub terbaik EWC 2026.

"Kami bangga dengan pencapaian Esports World Cup di Paris serta pertumbuhan yang terus berlanjut di tingkat dunia," ujar Yang Mulia Pangeran Faisal bin Bandar bin Sultan al Saud, Chairman of the Executive Committee Esports Foundation.

Menurut Faisal, penyelenggaraan EWC di Paris menjadi tonggak penting karena membawa kompetisi tersebut ke audiens global di luar Arab Saudi. Ia menilai perkembangan tersebut menunjukkan semakin besarnya pengakuan terhadap esports sebagai industri global yang mampu mempertemukan komunitas, budaya, dan penonton dari berbagai negara.

COO AG.AL Eddy Chen mengatakan keberhasilan tersebut sejalan dengan visi organisasi untuk membangun klub yang mampu bersaing di berbagai game, wilayah, dan budaya. Menurutnya, perjalanan AG.AL di Paris menunjukkan kekuatan seluruh elemen organisasi, mulai dari pemain, pelatih hingga staf.

"Ketika kami mulai mengembangkan AG.AL secara global pada tahun 2024, di tahun yang sama saat Esports World Cup diluncurkan, kami memiliki visi untuk membangun Club yang mampu meraih kesuksesan lintas game, wilayah, dan budaya. Gelar ini menunjukkan sejauh mana visi tersebut telah berkembang," ujar Eddy Chen.

Selain AG.AL, EWC 2026 juga menghadirkan sejumlah pencapaian menarik dari para pemain. Caliste "Caliste" Henry-Hennebert membawa Karmine Corp hingga Grand Final League of Legends, sementara Jaime "Craime" Bustos menjadi juara EWC termuda setelah memenangkan kompetisi pada usia 15 tahun.

Pemain AG.AL, Khawaja "M. Zubair", juga mencatat pencapaian penting setelah memenangkan turnamen Tekken 8 dan meraih Jafonso Award. Sementara itu, Samy "dralii" Hajji menjadi pemain pertama yang mengoleksi tiga gelar EWC setelah kembali memenangkan Rocket League untuk ketiga kalinya.

Grandmaster Magnus Carlsen juga berhasil mempertahankan gelar juara Chess untuk kedua kalinya secara beruntun. Ia menyelesaikan turnamen tanpa menelan satu pun kekalahan.

EWC Paris 2026 turut mencatat pertumbuhan besar dari sisi penonton dan jangkauan global. Kompetisi tersebut disiarkan melalui lebih dari 100 mitra penyiaran dan OTT dalam 47 bahasa serta melibatkan sekitar 5.000 kreator dan co-streamer.

Ajang tersebut menjangkau sekitar 850 juta penonton dengan total 440 juta jam tayangan. Jumlah tersebut masing-masing meningkat 13 persen dan 26 persen dibandingkan capaian sebelumnya, sementara jumlah penonton tertinggi mencapai 4,3 juta saat turnamen League of Legends berlangsung.

Dari sisi kehadiran langsung, EWC 2026 berhasil menjual 175.000 tiket untuk kompetisi esports, meningkat 94 persen dibandingkan 2025. Jika digabungkan dengan kunjungan ke venue, Fan Fest, dan berbagai aktivitas di penjuru Paris, total kunjungan selama tujuh pekan mencapai 2 juta orang.

Chief Executive Officer Esports Foundation Ralf Reichert mengatakan penyelenggaraan EWC tidak hanya ditujukan sebagai sebuah kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas perkembangan esports sebagai olahraga global. Paris dinilai berhasil memberikan panggung besar bagi komunitas gaming sekaligus menunjukkan bahwa esports dapat hadir di salah satu kota terkemuka dunia.

"Esports World Cup mewujudkan misi tersebut dengan mempertemukan game, pemain, Klub, dan komunitas terbaik dalam satu panggung global," ujar Ralf Reichert.

Paris menjadi kota pertama di luar Riyadh yang menjadi tuan rumah Esports World Cup. Kehadiran kompetisi tersebut juga terlihat melalui berbagai aktivitas di ibu kota Prancis, termasuk dukungan terhadap klub-klub lokal dan penyelenggaraan sejumlah kegiatan di kawasan populer seperti Champs-Élysées serta area sekitar Menara Eiffel.

Dampak EWC di Prancis juga diproyeksikan berlanjut setelah kompetisi berakhir. Esports Foundation dan Kementerian Olahraga, Pemuda, dan Kehidupan Bermasyarakat Prancis menandatangani Nota Kesepahaman untuk membangun kerja sama jangka panjang dalam pengembangan generasi muda, keterampilan digital, partisipasi esports, dan talenta Prancis.

EWC Paris 2026 akhirnya menjadi penanda babak baru bagi kompetisi esports tersebut dengan hadirnya juara baru dan sejumlah rekor baru. Setelah menutup rangkaian kompetisi di Paris, Esports World Cup akan kembali digelar di Riyadh, Arab Saudi, pada 2027.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.