Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran
Senin, 24 Agu 2026, 14:38 WIBJAKARTAÂ - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas kebakaran yang melanda permukiman adat Suku Sasak. Musibah tersebut terjadi di Desa Adat Sade, Lombok Tengah dan berdampak pada rumah warga serta kawasan budaya setempat.
Ia menegaskan bahwa pelindungan dan pemulihan desa adat tersebut menjadi prioritas mendesak. Hal ini dikarenakan Desa Adat Sade adalah aset budaya nasional yang tak ternilai harganya.
"Prioritas utama dalam fase tanggap darurat ini adalah mengamankan dan mengidentifikasi seluruh objek material yang tersisa. Baik penyelamatan fisik maupun non-fisik," kata dia, Senin (24/8).
Penyelamatan dilakukan melalui dua pendekatan yakni secara fisik dan nonfisik untuk menjaga warisan budaya masyarakat Sade. Secara fisik, pemerintah akan menyisir sisa reruntuhan untuk menyelamatkan kain tenun atau wastra yang masih dapat ditemukan.
Upaya tersebut juga mencakup penyelamatan benda pusaka, seperti keris dan tombak, serta fragmen manuskrip kuno yang hangus. Sementara itu, penyelamatan nonfisik dilakukan dengan mendokumentasikan ingatan, cerita rakyat, sejarah lokal, dan pengetahuan tradisional masyarakat.
"Penyelamatan non-fisik, yaitu mendokumentasikan ingatan, cerita rakyat, dan sejarah lokal. Serta pengetahuan tradisional langsung dari para tetua adat," ucap dia.
Sebelumnya kebakaran terjadi pada Sabtu (22/8) malam sekitar pukul 22.05 WITA. Kobaran api diduga pertama kali muncul dari salah satu rumah warga di sekitar area Pohon Cinta yang berada di tengah-tengah pemukiman.
Penyebab kebakaran diduga kuat akibat hubungan arus pendek listrik (korsleting) karena kondisi jaringan kabel yang saling berdempetan. Padatnya jarak antar-bangunan serta material atap jerami/alang-alang yang mudah terbakar menyebabkan api sulit dikendalikan.
Sebagai informasi, Desa Adat Sade secara resmi telah diakui sebagai desa wisata sejak 1982. Desa tersebut mendapatkan pengakuan Kementerian Pariwisata sejak 1993 sebagai bagian penting dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.
Namun, hasil penelusuran awal pasca-insiden menunjukkan bahwa Desa Adat Sade ternyata belum tercatat. Atau terdaftar dalam basis Data Pokok Kebudayaan (DAPOBUD) Kabupaten Lombok Tengah.
Merespons temuan Desa Adat Sade belum terdaftar dalam Data Pokok Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah, Menbud Fadli menegaskan komitmen penguatan data. Langkah tersebut dilakukan melalui pembaruan DAPOBUD agar keberadaan dan kekayaan budaya masyarakat Sade tercatat secara lengkap dalam sistem nasional.
"Kementerian Kebudayaan siap bergerak sebagai Wali Data Masyarakat Adat untuk segera mengintegrasikan dan meregistrasi seluruh cagar budaya. Serta wilayah masyarakat adat secara nasional agar memiliki payung hukum pelindungan yang lebih kuat," ucap dia.
Musibah ini mengakibatkan kerusakan masif pada ekosistem kebudayaan fisik dan non-fisik desa adat. Dengan total aset bangunan terdampak mencapai 167 unit, rincian kerusakan objek meliputi:
1. Rumah Adat: 75 unit hangus terbakar,
2. Artshop (Toko Kerajinan): 69 unit hangus terbakar,
3. Lumbung Alang: 8 unit hangus terbakar,
4. Berugak Sekepat: 6 unit terdampak,
5. Berugak Sekenam Besar: 4 unit terdampak,
6. Keris, tombak, dan klewang (setiap keluarga rata-rata kehilangan 3-4 bilah keris yang tidak sempat diselamatkan),
7. 10 set peralatan seni Peresean, 8 unit Gendang Beleq (4 unit berhasil diselamatkan),
8. serta kemusnahan Gong Tua ritual dan naskah-naskah kuno berbahasa Sanskerta.
Aset Lainnya:
1. 1 unit Masjid,
2. 1 unit Bale Beleq,
3. 1 unit Toilet Umum Wisatawan,
4. 1 unit Gerbang Desa,
5. dan 1 unit Pelonggo ikut terdampak kebakaran. ils/I-1
- Menbud
- Kebakaran Desa Sade
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Tim Piala Dunia, Turki Pernah Cukup Bagus di Tahun 2002
-
Jakarta Tuan Rumah CULTURA 2026, Wagub Rano Karno Komit Wujudkan Kota Ramah Anak
-
Bobby Nasution Alokasikan Rp31 Miliar untuk Perbaikan Jalan Provinsi di Deli Serdang
-
Industri Aset Digital Dorong Peningkatan Ekosistem Hospitality Bandara
-
Program Konservasi Terumbu Karang di Bali Berhasil Serap Lebih dari 10 Ribu Tenaga Kerja
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.