Penutupan Pemerintahan AS Bikin Pasar IPO Terancam Mati Gaya di Puncak Kebangkitan
📅 Rabu, 01 Okt 2025, 19:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Reuters
JAKARTA — Penutupan pemerintahan Amerika Serikat membuat pasar IPO yang baru saja bangkit kembali terancam lumpuh. Kondisi ini muncul saat investor menunjukkan minat tinggi dan debut sejumlah perusahaan sukses menghidupkan harapan akan tahun terobosan IPO di 2025.
Pemerintah AS resmi menutup sebagian besar operasinya pada Rabu akibat kebuntuan politik di Kongres dan Gedung Putih. Imbasnya, Komisi Sekuritas dan Bursa Efek (SEC) hanya beroperasi dengan staf terbatas dan menghentikan proses dokumen IPO.
Langkah itu membuat sejumlah perusahaan yang siap debut di Wall Street berada dalam ketidakpastian. Nama besar yang terdampak termasuk Once Upon a Farm milik aktris Jennifer Garner dan pembuat pesawat listrik Beta Technologies.
Musim gugur yang seharusnya jadi momentum kebangkitan IPO kini terganggu. Padahal, debut-debut sukses belakangan ini telah membangkitkan keyakinan pasar setelah hampir tiga tahun terhenti akibat suku bunga tinggi dan volatilitas.
“Penutupan ini melumpuhkan SEC, yang berarti tidak ada tinjauan prospektus, tidak ada komentar yang diberikan, dan tidak ada lampu hijau untuk go public,” ujar Michael Ashley Schulman, CIO di Running Point Capital Advisors.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ini adalah purgatorium birokrasi di saat yang paling buruk, tepat ketika pasar IPO mulai mencair dari titik beku yang dalam,” tambah Schulman.
Menurut data Dealogic, IPO di AS telah meraup 52,94 miliar dolar dari 263 pencatatan hingga 29 September. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak 2021 dengan nama besar seperti Venture Global LNG, Klarna, dan CoreWeave.
Selain Once Upon a Farm dan Beta Technologies, perusahaan asuransi jiwa Ethos Technologies juga masuk daftar calon IPO baru. Namun, ketiganya belum memberikan komentar terkait situasi terbaru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jalur IPO tahun 2025 hingga 2026 sebenarnya sudah dipenuhi nama-nama besar lain. Di antaranya Medline, PayPay yang didukung SoftBank, hingga Navan sebagai platform manajemen perjalanan korporat.
“Hal ini sudah menggeser jadwal mundur untuk transaksi yang sebelumnya masih dalam tahap negosiasi,” kata Matt Kennedy, ahli strategi senior Renaissance Capital.
“Jika ini berlangsung lebih dari seminggu, pasar IPO akan terhenti total, sehingga memperpendek pemulihan yang kami harapkan,” lanjut Kennedy.
Meskipun penutupan pemerintahan biasanya berlangsung singkat, sejarah mencatat hal berbeda. Penutupan terpanjang sepanjang sejarah terjadi 35 hari dari Desember 2018 hingga Januari 2019 di bawah Presiden Donald Trump.
Kala itu, pasar IPO juga lumpuh total meskipun ada perusahaan yang bisa lolos dengan mengunci harga IPO lebih awal. Namun, secara umum aktivitas pencatatan hampir berhenti sepenuhnya.
Jika kondisi berlanjut, pembekuan IPO diperkirakan memengaruhi seluruh ekosistem Wall Street. Bank akan menunda transaksi dan bursa kehilangan biaya pencatatan yang seharusnya masuk.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!