Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PCO: SDM Unggul Jadi Kunci Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

📅 Rabu, 01 Okt 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
PCO: SDM Unggul Jadi Kunci Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Doc: Antara
Ket. Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Fithra Faisal (paling kanan) berbicara dalam diskusi "Sekolah Rakyat, Harapan Anak Negeri" yang dipantau secara daring di Jakarta (30/9).

Jakarta - Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Fithra Faisal menilai intervensi sumber daya manusia (SDM) sangat penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Berdasarkan sejumlah perhitungan, salah satu pendorong untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen adalah produktivitas SDM, kata dia dalam diskusi "Sekolah Rakyat, Harapan Anak Negeri" yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa (30/9).

"Ketika investasi asing masuk, manusianya tidak terpinggirkan tapi bisa memanfaatkan itu, sehingga pada akhirnya dengan SDM yang unggul, kita mampu meningkatkan daya dorong ekonomi kita," kata Fithra.

Dia menilai jika kemampuan seseorang tidak mumpuni, dia tidak bisa memenuhi kebutuhan industri.

Oleh sebab itu, kata Fithra, pemerintah terus mendorong berbagai program peningkatan SDM, seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan sebagainya.

Dia menjelaskan, menurut teori fungsi produksi Cobb-Douglas, setidaknya ada dua kontributor: modal dan tenaga kerja. SDM merupakan faktor yang mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Dalam misi Asta Cita, pemerintah memiliki target untuk menopang pertumbuhan ekonomi, salah satunya lewat jalur industrialisasi dengan adanya investasi asing langsung (FDI).

Namun, jika tidak dibarengi dengan daya serap pekerja yang memadai, pada akhirnya SDM dalam negeri hanya akan menjadi penonton saja, kata Fithra

Dia mencontohkan Maluku, yang mencatat pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 20 persen pada triwulan II-2025, tetapi angka kemiskinannya tidak membaik.

"Ini jauh lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yang hanya 5 persen, tapi orang-orang di sana masih tetap miskin. Artinya, lacking of absorptive capacity," kata dia, merujuk pada minimnya daya serap SDM lokal.

Fithra mengatakan dirinya berharap kualitas SDM di Indonesia bisa terus ditingkatkan agar sesuai dengan kebutuhan industri, yang pada akhirnya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang tinggi dan inklusif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
KKP Jaga Kredibilitas Penge...
Megapolitan
Parah, Kualitas Udara Jakar...
Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

25 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 2
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
# 2
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.