Alcaraz Mundur dari Shanghai Masters Karena Cedera

Rabu, 01 Okt 2025, 08:47 WIB

TOKYO – Carlos Alcaraz menutup pekan di Jepang dengan manis usai menjuarai Japan Open pada hari Selasa (30/9). Namun, beberapa jam setelah mengangkat trofi kedelapannya musim ini, petenis nomor satu dunia asal Spanyol itu memutuskan mundur dari Shanghai Masters karena alasan kebugaran.

Alcaraz yang berusia 22 tahun mengalami masalah pada pergelangan kakinya sejak laga pembuka di Tokyo. Meski sempat terjatuh dan harus mendapat perawatan, ia tetap melanjutkan turnamen hingga mengalahkan unggulan kelima asal Amerika Serikat, Taylor Fritz, dengan skor 6-4, 6-4 di partai final.

Ket. Foto: Carlos Alcaraz. — Sumber: AFP

Kemenangan ini sekaligus menjadi ajang balas dendam bagi Alcaraz setelah kalah dari Fritz di Laver Cup, San Francisco, dua pekan lalu. Ia menutup laga final di Jepang dengan drop shot cantik sebelum memberi pelukan hangat kepada lawannya di net.

Namun, kebahagiaan itu segera diikuti kabar buruk. Melalui akun Instagram, Alcaraz mengumumkan batal tampil di Shanghai Masters.

“Sayangnya saya mengalami beberapa masalah fisik dan setelah berdiskusi dengan tim, kami sepakat keputusan terbaik adalah beristirahat dan memulihkan diri,” tulis juara US Open 2025 itu.

Usai final, Alcaraz juga menyoroti jadwal tenis dunia yang semakin padat. “Kalender sangat ketat. Mereka harus melakukan sesuatu terkait jadwal,” ujarnya di Tokyo, sejalan dengan kritik yang sebelumnya disuarakan Iga Swiatek dan Coco Gauff.

Isu panjangnya kalender memang kian mendapat sorotan. Novak Djokovic bahkan sudah mengurangi jumlah turnamen yang diikuti demi menjaga kondisi fisiknya. Sementara itu, di sektor putri, Gauff dan Swiatek sama-sama mengeluhkan kewajiban mengikuti sejumlah turnamen besar.

Gauff yang lolos ke perempat final China Open menyebut jadwal saat ini membuat pemain rawan cedera. “Dengan semakin banyak turnamen yang berlangsung dua pekan, tubuh kami jelas terforsir. Saya berharap suatu saat nanti musim bisa dibuat lebih singkat,” kata juara bertahan China Open itu.

Swiatek, unggulan utama dan peringkat dua dunia, menilai aturan wajib mengikuti Grand Slam, 10 turnamen WTA 1000, serta enam turnamen level 500 sebagai hal yang “cukup gila.” Ia bahkan membuka peluang melewatkan turnamen wajib demi menjaga kesehatan.

Alcaraz sendiri mengaku mempertimbangkan langkah serupa. “Kami para pemain tidak benar-benar diberi pilihan. Untuk menjaga kondisi, mungkin saya juga harus berpikir ulang apakah akan melewati turnamen wajib di masa depan,” tegasnya.

Masalah kebugaran pemain kembali terlihat pekan ini setelah lima petenis putri mundur karena cedera di China Open. Di sektor putra, Daniil Medvedev juga terpaksa menyerah akibat cedera pada laga semifinal turnamen yang sama.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.