Pemkab Sleman Siap Dukung Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi yang Dikembangkan Danantara

Selasa, 30 Sep 2025, 15:58 WIB

SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyambut baik dan mendukung program pengolahan sampah menjadi energy listrik atau "waste to energy" yang sedang dikembangkan oleh Danantara untuk kemudian diolah menjadi energi.

“Pemkab Sleman menyambut baik adanya sinergi pemerintah pusat dengan daerah untuk menyelesaikan persoalan sampah dan Kabupaten Sleman menjadi salah satu wilayah di DIY yang turut dilibatkan dalam jalannya program tersebut," kata Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa melalui keterangan tertulis yang diterima di Sleman, Selasa (30/9).

Ket. Foto: Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa — Sumber: antara foto

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa bersama Sekretaris Daerah Sleman Susmiarto beserta jajarannya menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pengelolaan sampah menjadi energi (Waste to Energy) di Wisma Danantara Indonesia, Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan, Selasa. (30/9).

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melibatkan 18 Kepala Daerah dari beberapa wilayah untuk menindaklanjuti arahan Presiden RI terkait penanganan kedaruratan.

Kegiatan ini mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta mitra strategis dalam memperkuat koordinasi pengelolaan sampah nasional melalui solusi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Adapun diskusi yang dibahas terkait topik solusi, tantangan, dan kolaborasi dalam PSEL.

Terkait program tersebut, Danang Maharsa menyebut program pengelolaan sampah nasional ini merupakan program prioritas pemerintah pusat dan merupakan berita baik khususnya bagi Kabupaten Sleman.

"Dalam implementasinya, nantinya Kabupaten Sleman dapat mengirimkan sampah ke lokasi pengumpulan yang ditentukan dalam program 'waste to energy' yang sedang dikembangkan Danantara untuk kemudian diolah menjadi energi," katanya.

Ia berharap program tersebut dapat terealisasi dan memberikan manfaat yang positif untuk Kabupaten Sleman.

Diluncurkan Oktober

Diketahui, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) bakal meluncurkan proyek waste to energy atau pembangunan stasiun Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) pada akhir Oktober 2025.

Danantara bersama pemerintah menargetkan pembangunan 33 stasiun PSEL di seluruh wilayah Indonesia, dengan setiap lokasi berkapasitas 1.000 ton sampah per hari dan nilai investasi mencapai Rp2 triliun hingga Rp3 triliun.

“InsyaAllah, rencananya kita ingin me-launching program ini pada akhir bulan Oktober,” ujar CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengolah Sampah menjadi Energi (Waste to Energy) di Wisma Danantara, Jakarta, Selasa.

Rosan mengatakan proyek waste to energy merupakan solusi jangka panjang, yang dapat menyatukan isu lingkungan, kesehatan dan energi, serta untuk mencapai target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia tahun 2060.

Pada tahap awal, peluncuran akan dilakukan terhadap delapan proyek PSEL, dari total sebanyak 33 proyek PSEL di seluruh wilayah Indonesia.

Ia mengatakan Indonesia menghasilkan 35 juta ton sampah setiap tahun, yang apabila dihamparkan setara 16.500 lapangan bola atau menutupi seluruh wilayah Jakarta hingga setebal 20 sentimeter persegi (cm2).

Dari total 35 juta ton sampah setiap tahunnya, ia mengatakan hanya sebanyak 61 persen yang berhasil dikelola.

"Tempat pembuangan sampah ini menyumbang kurang lebih 2-3 persen emisi gas rumah kaca nasional yang bentuknya metana, dan jauh lebih bahaya dibandingkan dengan CO2 (karbon dioksida), serta bisa menimbulkan polusi udara, air, dan tanah yang mengancam kesehatan masyarakat," ujar Rosan.

Danantara menargetkan program waste to energy bisa mengurangi 80 persen gas rumah kaca nasional, dan setiap unit PSEL menghasilkan listrik hingga 15 megawatt (MW), hingga menghemat 90 persen penggunaan lahan.

Ia mengatakan tarif listrik yang dihasilkan dari PSEL sebesar 20 sen per KWh. Namun ke depan akan ada subsidi dari pemerintah melalui PT PLN (Persero) terhadap tipping fee pengelolaan sampah yang sebelumnya dibebankan kepada pemerintah daerah (pemda).

Setiap PSEL, lanjutnya, akan mengelola sampah minimal 1.000 ton per hari untuk menghasilkan 15 MW listrik untuk 20.000 rumah tangga, dengan setiap unit PSEL membutuhkan 4-5 hektare lahan.

"Memang kita akan melaksanakan di 33 kota, tetapi memang yang utama yang ingin kita lakukan pertama adalah di Jakarta sendiri akan ada 4-5 lokasi, kemudian di Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali," ujar Rosan.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.