Lima Tokoh yang Berpeluang Gantikan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA
Rabu, 05 Agu 2026, 00:20 WIBNEW YORK â Posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA semakin berada di bawah tekanan setelah sejumlah federasi sepak bola nasional, termasuk Serbia, Swedia, dan Wales, mencabut dukungan terhadap pencalonannya kembali. Langkah itu dipicu kegagalan proposal kontroversial Infantino untuk menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta.
Pemilihan Presiden FIFA untuk masa jabatan 2027â2031 dijadwalkan berlangsung dalam Kongres FIFA di Maroko pada tanggal 18 Maret tahun depan. Di tengah meningkatnya tekanan terhadap Infantino, sejumlah nama mulai disebut sebagai kandidat potensial untuk memimpin organisasi sepak bola tertinggi dunia tersebut.
Berikut lima sosok yang dinilai berpeluang menjadi penerus Infantino.
1. Victor Montagliani
Presiden CONCACAF asal Kanada itu disebut tengah mempertimbangkan untuk maju sebagai kandidat Presiden FIFA.
Pebisnis yang memimpin konfederasi sepak bola Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia tersebut menjadi salah satu tokoh yang menolak proposal Infantino mengenai masuknya investasi swasta ke Piala Dunia. Namun, berbeda dengan UEFA, CONCACAF tidak sampai menyerukan boikot terhadap kepemimpinan Infantino.
Montagliani dipandang memiliki pengalaman memimpin salah satu konfederasi terbesar FIFA, terlebih setelah kawasan CONCACAF menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026.
2. Aleksander Ceferin
Presiden UEFA asal Slovenia menjadi salah satu pengkritik paling keras terhadap kepemimpinan Infantino dalam beberapa pekan terakhir.
Hubungan UEFA dan FIFA semakin memburuk setelah serangkaian perselisihan mengenai arah kebijakan organisasi. Ceferin bahkan memboikot final Piala Dunia bulan lalu sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan Infantino.
Sebagai pemimpin konfederasi paling berpengaruh di dunia sepak bola, Ceferin dinilai memiliki basis dukungan kuat apabila memutuskan mencalonkan diri.
3. Salman bin Ibrahim Al Khalifa
Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) asal Bahrain juga masuk dalam bursa calon Presiden FIFA.
Sheikh Salman saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Senior Dewan FIFA dan dikenal sebagai salah satu tokoh yang menentang rencana perluasan Piala Dunia menjadi 64 peserta.
Dalam pernyataan resminya, AFC juga mengkritik proposal investasi swasta yang diajukan Infantino.
"Rencana tersebut telah mengungkap kelemahan mendasar dalam proses konsultasi dan pengambilan keputusan FIFA yang harus segera diperbaiki."
4. Nasser Al-Khelaifi
Presiden Paris Saint-Germain (PSG) sekaligus eksekutif olahraga asal Qatar disebut mulai memperoleh dukungan dari sejumlah petinggi sepak bola Eropa.
Menurut laporan Politico, Al-Khelaifi dipandang sebagai salah satu penantang paling serius bagi Infantino berkat pengaruhnya yang besar di sepak bola Eropa maupun Timur Tengah.
Selain memimpin PSG, ia juga memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan olahraga dan industri media olahraga internasional.
5. Lise Klaveness
Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia menjadi satu-satunya perempuan yang masuk dalam daftar kandidat potensial.
Klaveness selama ini dikenal sebagai salah satu figur paling vokal dalam mendorong reformasi tata kelola FIFA. Ia juga termasuk tokoh yang paling keras menentang proposal penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia.
Sebelumnya, Norwegia bahkan sempat mempertimbangkan mengajukan pengaduan etik terhadap FIFA setelah organisasi tersebut mencabut sanksi kepada penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun, sebuah keputusan yang memicu sorotan terhadap hubungan antara Infantino dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dengan pemungutan suara yang akan digelar pada 18 Maret di Maroko, masa depan kepemimpinan FIFA diperkirakan akan menjadi salah satu isu terbesar dalam sepak bola dunia beberapa bulan ke depan.
Jika semakin banyak federasi nasional mencabut dukungan terhadap Infantino, peluang munculnya penantang kuat akan semakin terbuka. Namun, mengingat FIFA memiliki 211 federasi anggota dengan hak suara yang sama, hasil pemilihan tetap akan sangat bergantung pada kemampuan para kandidat membangun koalisi lintas konfederasi.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Pemkot Bandung Tegaskan Faskes Dilarang Tolak Warga yang Membutuhkan Perawatan
-
Pelajar dari Kukar dan Bontang Lolos Jadi Anggota Paskibraka Nasional
-
Pasutri Pelaku Pencurian Motor di Duren Sawit Ditangkap di Cipinang Indah
-
Petani Dharmasraya Dapat Bantuan Rp1,9 Miliar, 95 Ton Benih Padi dan Traktor Mulai Disalurkan
-
Dubes Mesir Ingin Melihat Timnas Indonesia Berlaga di Piala Dunia 2030, Sebut Sepak Bola Pemersatu Bangsa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.