- Home
-
- Luar Negeri
-
- Peru Pilih Akuisisi Tank K...
Peru Pilih Akuisisi Tank K2 Black Panther Korea Selatan, Tolak Abrams AS dan Leopard Jerman
Rabu, 05 Agu 2026, 00:09 WIBLIMA - Korea Selatan kembali mencatatkan keberhasilan di pasar ekspor alutsista. Kali ini, tank tempur utama K2 Black Panther direkomendasikan sebagai pilihan utama Angkatan Darat Peru, mengungguli dua nama besar yang selama puluhan tahun mendominasi pasar global, yakni M1A2 Abrams buatan Amerika Serikat dan Leopard 2 buatan Jerman.
Dari Military Watch Magazine, keputusan tersebut merupakan hasil evaluasi Komite Analisis Teknis dan Operasional Kementerian Pertahanan Peru yang menilai ketiga tank memiliki kisaran harga yang relatif sebanding. Namun, K2 dinilai menawarkan teknologi yang lebih modern dan lebih sesuai dengan kebutuhan operasional militer Peru.
Salah satu keunggulan utama K2 adalah usianya yang jauh lebih muda. Tank ini dikembangkan beberapa dekade setelah Abrams dan Leopard 2, yang desain dasarnya berasal dari era 1970-an. Karena dibangun dengan teknologi yang lebih baru, K2 dinilai memiliki ruang modernisasi lebih besar, bobot lebih ringan, serta hanya membutuhkan tiga awak, atau sekitar 25 persen lebih sedikit dibandingkan tank Barat yang umumnya diawaki empat personel.
Keunggulan berikutnya terletak pada Korean Active Protection System (KAPS). Sistem perlindungan aktif ini dirancang untuk mendeteksi dan menghancurkan rudal antitank maupun granat berpeluncur roket sebelum menghantam kendaraan. Berbeda dengan lapisan baja konvensional yang hanya menahan benturan, KAPS berusaha mencegah proyektil mengenai tank sejak awal, sehingga meningkatkan peluang bertahan hidup di medan tempur modern.
K2 juga dibekali sistem suspensi hidropneumatik canggih yang memungkinkan tank mengubah tinggi dan kemiringan bodinya sesuai kondisi medan. Fitur ini membuat K2 mampu menembak secara lebih efektif dari lereng atau wilayah berbukit sambil meminimalkan bagian kendaraan yang terekspos kepada musuh.
Kemampuan tersebut dianggap sangat relevan bagi Peru yang memiliki wilayah operasi beragam, mulai dari Pegunungan Andes, gurun, hingga hutan hujan tropis.
Selain itu, K2 memiliki sistem kendali tembak digital yang memungkinkan meriam utamanya digunakan untuk menembak sasaran di luar garis pandang langsung menggunakan perhitungan balistik. Meski tidak menggantikan fungsi artileri, kemampuan ini memberi fleksibilitas lebih besar dalam berbagai skenario pertempuran.
Dari sisi mobilitas, K2 juga unggul. Dengan bobot sekitar 55 ton, tank ini jauh lebih ringan dibandingkan Abrams maupun Leopard 2. Bobot yang lebih rendah membuat tekanan ke permukaan tanah berkurang, sehingga lebih mudah melintasi jembatan, jalan sempit, maupun medan lunak.
Meski sama-sama menggunakan mesin berkekuatan sekitar 1.500 tenaga kuda, bobot yang lebih ringan membuat K2 memiliki rasio tenaga terhadap berat yang lebih baik. Hasilnya, akselerasi lebih cepat dan kemampuan bermanuver lebih tinggi di berbagai kondisi medan.
Tak hanya menawarkan keunggulan teknis, Korea Selatan juga mengajukan paket kerja sama industri yang menarik. Hyundai Rotem menawarkan investasi sekitar 270 juta dolar AS, pembangunan fasilitas perakitan di Peru, transfer teknologi, serta target sekitar 30 persen komponen diproduksi oleh industri lokal.
Skema tersebut dinilai mampu memperkuat industri pertahanan Peru sekaligus membuka lapangan kerja dan mengurangi ketergantungan terhadap pemasok luar negeri.
Military Watch Magazine menilai K2 selama ini memang kerap memperoleh penilaian teknis lebih tinggi dibandingkan tank standar NATO. Namun dalam sejumlah kompetisi internasional, keputusan pembelian sering kali dipengaruhi pertimbangan politik dan kesamaan sistem dengan negara sekutu.
Meski demikian, dominasi K2 diperkirakan akan menghadapi tantangan baru pada dekade berikutnya ketika Amerika Serikat mulai mengoperasikan M1E3 Abrams, sementara China terus mengembangkan Type 100, tank generasi baru yang oleh sejumlah analis disebut sebagai salah satu desain paling maju di dunia saat ini.
Bagi Peru, pilihan terhadap K2 Black Panther menunjukkan bahwa modernitas teknologi, kemampuan beroperasi di medan yang beragam, serta manfaat bagi industri dalam negeri kini menjadi pertimbangan utama, bahkan mengalahkan nama besar Abrams maupun Leopard 2.
- Tank K2 Black Panther
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Akuisisi hingga 250 K2 Black Panther, Irak akan Bangun Armada Tank Terkuat di Timur Tengah
-
Trump Ancam Alihkan Dana Hibah Universitas Harvard ke Sekolah Kejuruan
-
Irak Segera Akuisisi 250 Tank Black Panther K2 Korea Selatan, Gantikan M1A1 Abrams AS
-
Pegadaian Luncurkan Super Apps ‘Tring!', Permudah Nasabah Bertransaksi
-
Trump Yakin Teheran Izinkan Inspektur IAEA Masuk Iran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.