• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Modena Energy Pasang PLTS ...

Modena Energy Pasang PLTS 307,5 kWp di Fasilitas Industri Multi Nitrotama Kimia

Rabu, 05 Agu 2026, 00:15 WIB

JAKARTA — Pemanfaatan energi surya di sektor industri terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk menekan biaya operasional sekaligus mengurangi emisi karbon. Salah satu langkah tersebut dilakukan PT Multi Nitrotama Kimia (MNK), anak usaha PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS), melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di kawasan industri Cikampek, Jawa Barat.

Instalasi PLTS tersebut dikerjakan Modena Energy dengan kapasitas terpasang mencapai 307,5 kilowatt peak (kWp). Sistem ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 400.000 kilowatt-hour (kWh) listrik per tahun.

Ket. Foto: Panel surya. Modena Energy memasang PLTS Atap berkapasitas 307,5 kWp di fasilitas Multi Nitrotama Kimia (MNK) yang berada di Cikampek, Jawa Barat, untuk mendukung efisiensi energi dan pengurangan emisi. — Sumber: Modena Energy

Selain menyediakan sumber energi dari tenaga surya, instalasi tersebut diperkirakan dapat membantu mengurangi emisi karbon hingga sekitar 360.000 kilogram COâ‚‚ per tahun.

Head of Modena Energy Agiya Fersya mengatakan, pemasangan PLTS di fasilitas industri MNK menjadi bagian dari upaya mendorong penggunaan energi terbarukan di sektor industri.

"Kolaborasi bersama PT Multi Nitrotama Kimia menjadi langkah strategis kami mendukung pemanfaatan energi surya di sektor industri dan percepatan transisi energi bersih di Indonesia," kata Agiya melalu keterangannya pada hari Selasa (4/8).

Menurut dia, semakin banyak perusahaan industri yang mulai mempertimbangkan PLTS bukan hanya sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, tetapi juga sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional dalam jangka panjang.

Menggunakan Sistem On-Grid

PLTS Atap yang dipasang di fasilitas PT Multi Nitrotama Kimia menggunakan sistem on-grid yang terintegrasi dengan jaringan listrik PT PLN (Persero). Dengan skema ini, energi listrik yang dihasilkan panel surya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik fasilitas pada siang hari. Sementara itu, pasokan listrik dari jaringan PLN tetap tersedia ketika kebutuhan listrik tidak dapat sepenuhnya dipenuhi oleh energi surya.

Skema ini dinilai sesuai untuk kebutuhan industri yang membutuhkan pasokan listrik secara berkelanjutan. Pemanfaatan energi surya dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan listrik jaringan pada periode tertentu tanpa menghilangkan sumber listrik utama.

General Manager Manufacture PT Multi Nitrotama Kimia Susilo Yuwono mengatakan, pemasangan PLTS tersebut menjadi langkah awal Ancora Group untuk memperluas penggunaan energi terbarukan di lingkungan bisnisnya.

"Pemasangan PLTS Atap di PT Multi Nitrotama Kimia merupakan langkah awal Ancora dalam memperluas pemanfaatan energi terbarukan di seluruh lini bisnis kami," tutur Susilo.

Ia mengatakan penggunaan energi surya diharapkan dapat memberikan manfaat dari sisi efisiensi energi sekaligus mendukung upaya perusahaan mengurangi emisi dan biaya listrik operasional. Pengalaman dari implementasi PLTS di MNK nantinya dapat menjadi dasar untuk pengembangan solusi energi bersih di unit usaha Ancora lainnya.

20260805001057_Foto-Panel-Surya-Modena-2.jpg

Peresmian penggunaan panel surya Modena Energy berkapasitas 307,5 kWp di kawasan industri PT MNK.

Industri Jadi Penggerak Pertumbuhan PLTS Atap

Penggunaan PLTS di sektor industri berpotensi terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Selain berkaitan dengan upaya mencapai target transisi energi, perusahaan juga menghadapi kebutuhan untuk mengendalikan konsumsi energi dan biaya operasional.

Data dalam Indonesia Solar Energy Outlook (ISEO) 2025 menunjukkan sektor industri menjadi salah satu pendorong utama penambahan kapasitas PLTS Atap. Hingga akhir Juli 2024, sekitar 104 MWp kapasitas PLTS Atap baru tercatat terpasang di sektor industri.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan meningkatnya minat dunia usaha terhadap energi surya, terutama untuk mendukung efisiensi operasional serta target dekarbonisasi perusahaan.

Bagi perusahaan industri, PLTS Atap juga menawarkan peluang untuk memanfaatkan area atap fasilitas produksi atau bangunan sebagai lokasi pembangkit listrik tanpa harus menyediakan lahan baru secara khusus.

Modena Energy Tawarkan Layanan Terintegrasi

Untuk memenuhi kebutuhan sektor industri, Modena Energy menawarkan layanan PLTS dengan pendekatan end-to-end. Layanan tersebut mencakup studi kelayakan, perancangan sistem, pengurusan perizinan, pengadaan perangkat, instalasi, hingga pemeliharaan dan pemantauan sistem.

Perusahaan juga menyediakan alternatif pembiayaan melalui skema performance-based rental. Dalam skema tersebut, pelanggan melakukan pembayaran berdasarkan penggunaan energi setiap bulan.

20260805001125_Foto-Panel-Surya-Modena-3.jpeg

Foto udara penggunaan panel surya Modena Energy di kawasan industri PT MNK.

Pengelolaan sistem PLTS juga dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi dan dashboard berbasis web. Sistem tersebut memungkinkan pelanggan memantau produksi energi, konsumsi listrik, hingga estimasi pengurangan emisi karbon secara real-time.

Platform pemantauan tersebut juga dilengkapi fitur notifikasi untuk membantu mendeteksi potensi gangguan pada sistem lebih awal sehingga proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Dengan meningkatnya kebutuhan industri terhadap efisiensi energi dan pengurangan emisi, pemanfaatan PLTS Atap diperkirakan akan menjadi salah satu bagian dari strategi perusahaan dalam melakukan transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih.

Informasi mengenai solusi PLTS Modena Energy tersedia melalui situs resmi Modena Energy dan kanal media sosial perusahaan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.