Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tari Lengger Banyumas Dapat Sambutan Hangat di Tokyo

📅 Selasa, 30 Sep 2025, 18:02 WIB | Oleh:
Tari Lengger Banyumas Dapat Sambutan Hangat di Tokyo Doc: ANTARA/Sinta Ambar
Ket. Maestro Tari Lengger Rianto saat ditemui usai konferensi pers Indonesia Menari 2025 di Jakarta, Senin (30/9). Rianto mengatakan bahwa tari lengger Banyumas mendapatkan sambutan positif masyarakat Tokyo, Jepang, ia mengakui animo masyarakat untuk belajar tarian ini cukup tinggi.

JAKARTA - Maestro Tari Lengger Banyumas, Rianto, mengatakan bahwa tari tersebut mendapatkan sambutan positif masyarakat Tokyo, Jepang, ia mengakui animo masyarakat untuk belajar tarian ini cukup tinggi.

"Tari Lengger Banyumas itu animo masyarakatnya luar biasa," kata Rianto saat ditemui di Jakarta, Selasa (30/9).

Rianto mengemukakan bahwa animo yang tinggi tersebut, tak lepas dari irama tarian tradisional khas Banyumas yang bisa menjadi upaya penyembuhan diri atau healing.

Ia pun menargetkan, melalui kesenian tradisional Indonesia itu dapat menjadi langkah menurunkan angka bunuh diri di Jepang.

"Sebagai healing mereka, karena mobilitas di Jepang kan sangat tinggi sekali. Orang stress-nya juga banyak. Orang melihat itu sampai nangis sampai kepingin belajar," katanya.

Lewat sanggar yang tari yang dikelola sang istri yang merupakan warga Jepang yang diberi nama "Dewandaru Dance Company" itu, para pekerja asal Indonesia yang berada di Tokyo juga turut belajar tari lengger selain warga Jepang pada umumnya.

Studio tersebut kini melatih menari tarian Jawa dan musik sekitar 100 orang, jumlah tersebut menurutnya berkembang dari semula yang hanya melatih sekitar 25 orang saja.

"Kalau persenannya 85 persen orang Jepang, yang orang Indonesia kan mereka datang ke sana memang untuk kerja," tambah dia.

Untuk para pekerja asal Indonesia, Rianto mengaku tidak menarik biaya apapun asalkan mau belajar, berbeda dengan warga Jepang yang dikenakan biaya iuran.

Rianto mengaku, dalam melestarikan tari Lengger, ia telah menggelar beberapa festival di antaranya gelaran menari 24 Jam pada 2-3 Mei 2025 yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional di Banyumas, sebagai upaya pelestarian Lengger.

Kemudian gelaran Lengger Bicara dengan menghadirkan 10.000 penari lengger, kemudian gelaran tari bertajuk Lengger Satria Suwarna Banyumas pada 22 Juni 2025 yang kemudian menyusul penetapan hari Lengger Sedunia yang juga bertepatan dengan upacara ritual kesuburan oleh para petani.

Pada November mendatang, ia juga akan menggelar tari Lengger Lanang bersama para penari Indonesia pada 20-27 November yakni dalam gelaran festival musik internasional di Tokyo, Jepang
termasuk menghadirkan alat musik calung asal Banyumas. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.