Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Visa Dicabut AS, Presiden Kolombia Serukan Pemindahan Markas PBB

📅 Senin, 29 Sep 2025, 10:04 WIB | Oleh:
Visa Dicabut AS, Presiden Kolombia Serukan Pemindahan Markas PBB Doc: Peoples Dispach
Ket. Pada 23 September, Presiden Kolombia Gustavo Petro menyampaikan pidatonya di Sidang Umum ke-80 Majelis Umum PBB di New York, AS.

BOGOTA - Presiden Kolombia Gustavo Petro pada Sabtu (27/9) mengatakan bahwa keputusan Amerika Serikat (AS) untuk mencabut visanya menunjukkan bahwa New York mungkin tidak lagi cocok menjadi lokasi markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Keputusan AS tersebut melanggar prinsip imunitas yang mendasari PBB, kata Petro, sembari menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional.

Pada Jumat (26/9), Petro ikut serta dalam aksi demonstrasi pro-Palestina di luar markas besar PBB di New York, di mana dia meminta tentara AS untuk tidak mengarahkan senjata mereka ke kemanusiaan.

"Lawan perintah Trump! Patuhi perintah kemanusiaan!" serunya.

Sebagai respons, Departemen Luar Negeri AS mengatakan di media sosial pada hari yang sama bahwa "kami akan mencabut visa Petro karena tindakannya yang sembrono dan provokatif."

Pada Sabtu, Petro mengatakan melalui media sosial bahwa dia tidak lagi memiliki visa AS. "Saya tidak peduli," tambahnya.

"Ada imunitas penuh bagi para presiden yang menghadiri Sidang Umum PBB," tulisnya di platform X.

Presiden Kolombia tersebut juga mengkritik Washington karena mencegah perwakilan Palestina menghadiri Sidang Umum PBB dan kembali menyerukan kepada komunitas internasional untuk menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza.

"Menolak masuknya Otoritas Palestina dan mencabut visa saya karena meminta tentara AS dan Israel untuk tidak mendukung genosida, yang merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan secara keseluruhan, menunjukkan bahwa pemerintah AS tidak lagi mematuhi hukum internasional," katanya.

Petro juga mendesak Presiden AS Donald Trump untuk mempertimbangkan kembali dukungannya terhadap aksi militer Israel di Gaza. Dia mengatakan bahwa AS tidak bisa meraih kejayaan "dengan membunuh bayi-bayi yang tak berdaya."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.