Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PSN Wanam Papua Selatan: 474 Ribu Hektare Hutan Dikorbankan demi Janji Swasembada yang Masih Abu-Abu

📅 Senin, 29 Sep 2025, 21:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
PSN Wanam Papua Selatan: 474 Ribu Hektare Hutan Dikorbankan demi Janji Swasembada yang Masih Abu-Abu Doc: Istimewa.
Ket. Pemerintah Indonesia merancang Wanam Merauke, Papua Selatan sebagai salah satu lokasi untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui pembangunan kawasan satelit pangan.

JAKARTA – Program cetak sawah dengan melepas status kawasan hutan terdengar heroik di atas kertas: menambah lahan pangan demi swasembada. Tapi ironinya, solusi instan ini justru mengorbankan hutan yang fungsinya jauh lebih vital—penyerap karbon, penjaga air, sekaligus benteng ekologi.

Langkah tersebut berisiko memperparah deforestasi, menciptakan konflik lahan, bahkan gagal mencapai tujuan jika produktivitas sawah baru tak sesuai ekspektasi.

Jadi, alih-alih menambal kebutuhan pangan dengan menebang hutan, pemerintah seharusnya mengoptimalkan lahan terlantar dan meningkatkan produktivitas sawah eksisting. Kalau tidak, program ini bisa lebih pantas disebut cetak masalah ketimbang cetak sawah.

Pemerintah melepaskan status kawasan hutan bagi 474 ribu hektare (ha) lahan yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) Wanam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, yang dikembangkan sebagai pusat cadangan pangan nasional melalui program cetak sawah.

“Dari yang dimohonkan, itu 474 ribu hektare yang sudah dilepas dari (status) kawasan hutan. Yang (sudah) jadi (terbit) PBT (Peta Bidang Tanah) itu 451 ribu hektare,” kata Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid saat ditemui di Jakarta, Senin (29/9).

Ia mengatakan lahan tersebut merupakan kawasan hutan dan tidak ada yang bermukim, sehingga merupakan tanah milik negara dan tidak perlu melakukan prosedur pembebasan tanah.

“Kan ini hutan, punya negara. Nggak ada (pembebasan lahan), belum ada penduduknya. Nggak ada yang mukim di situ,” ujar dia.

Nusron mengatakan data lahan yang sudah masuk dalam PBT per hari ini terdiri dari 1.140 halahan yang rencananya diperuntukkan bagi pembangunan pelabuhan dan pemukiman para pekerja PSN, 263 ribu ha untuk sawah, serta 146 ribu hektar untuk perkebunan kelapa sawit.

Meskipun demikian, ia tidak memberikan keterangan sejauh mana progres pengembangan PSN tersebut, karena hal itu merupakan pekerjaan dan kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Selain lahan di PSN Wanam, ia mengatakan mereka juga sudah mengurus administrasi dan memetakan lahan di PSN Kota Merauke.

“Terus yang 41 ribu hektare yang di Merauke Kota, itu untuk sawah juga dan itu yang sebagian sudah digarap,” kata Nusron Wahid.

Menteri Nusron menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Percepatan Pengembangan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Jakarta.

Rapat tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan dan dihadiri oleh sejumlah menteri, wakil menteri, serta pejabat eselon I dari kementerian dan lembaga terkait.

Pemerintah menegaskan komitmen memperkuat tata kelola kawasan swasembada pangan, energi, dan air dengan menempatkan keamanan lingkungan, kepastian hukum, dan pemberdayaan masyarakat sebagai fondasi utama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Bigbang Siapkan Lagu Baru

3 jam lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Bigbang Siapkan Lagu Baru
Megapolitan
Bogor Mulai Melelang Proyek...

NCT 127 Umumkan “Comeback”

3 jam lalu | Ilham Sudrajat

Rona
NCT 127 Umumkan “Comeback”
Jelang Laga Argentina Kontra Mesir: Bak David Versus Goliath, Ini Panggung Pembuktian The Pharaohs

Jelang Laga Argentina Kontra Mesir: Bak David Versus Goliath, Ini Panggung Pembuktian The Pharaohs

07 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.