Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Lebak Siap Operasikan Sekolah Rakyat SRD dan SRMP Mulai 30 September 2025

📅 Senin, 29 Sep 2025, 10:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Lebak Siap Operasikan Sekolah Rakyat SRD dan SRMP Mulai 30 September 2025 Doc: Antara Foto
Ket. Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Kabupaten Lebak, Banten mulai beroperasi 1 Agustus 2025 lalu yang diresmikan Menteri Saefullah Yusuf.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, menyebut Sekolah Rakyat Dasar (SRD) dan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) di kabupaten itu siap beroperasi pada 30 September 2025 di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah daerah setempat.

"Kami berharap pelaksanaan Sekolah Rakyat itu berjalan lancar," kata Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak Lela Gifty Cleria saat dihubungi di Lebak, Minggu.

Program SRD dan SRMP di Kabupaten Lebak diikuti 100 siswa terdiri atas SRD 25 orang dan SRMP 75 orang dengan empat rombongan belajar (rombel).

Para siswa sebelum masuk Sekolah Rakyat, kata dia, terlebih dahulu dilakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilakukan Dinas Kesehatan. Selanjutnya para siswa Sekolah Rakyat itu langsung masuk asrama untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Saat ini, kata dia, gedung SRD dan SRMP sudah rampung dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Ia mengatakan Gedung Sekolah Rakyat itu sangat memadai dari sisi sarana prasarana seperti ruangan kelas, ruangan asrama, ruangan makan, ruangan kepala sekolah, ruangan wali asuh, ruangan wali asrama, ruangan dapur dan sarana olahraga.

Sekolah Rakyat diselenggarakan dengan model pendidikan berasrama (boarding school) sesuai arahan Kementerian Sosial (Kemensos).

"Semua peserta didik Sekolah Rakyat itu dari kalangan keluarga miskin ekstrem dan rentan miskin berdasarkan Desil 1 dan 2," kata Gifty.

Menurut dia, Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto merupakan pelayanan pendidikan gratis bagi anak dari keluarga kurang mampu ekonomi agar memiliki pendidikan yang baik guna mencetak sumber daya manusia yang mandiri dan berkarakter, sehingga kedepannya bisa memutus mata rantai kemiskinan.

Oleh karena itu, kata dia, sistem kurikulum yang diterapkan yakni kurikulum masa persiapan, kurikulum nasional, dan kurikulum berasrama.

"Kami berharap Sekolah Rakyat jenjang SD dan SMP bisa belajar dengan fokus dan konsentrasi dengan baik dan aman," katanya .

Sementara itu, Iman, seorang calon SRMP warga Rangkasbitung mengaku senang diterima di Sekolah Rakyat dengan gratis dan pendidikan berasrama.

"Kami berharap bisa melanjutkan pendidikan dengan baik hingga jenjang Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA)."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.