Empat Orang Tewas dalam Serangan di Gereja Mormon di Utara AS
📅 Senin, 29 Sep 2025, 09:21 WIB | Oleh: Lili Lestari"Tempat ibadah seharusnya menjadi tempat perlindungan perdamaian, doa, dan koneksi. Kami berdoa untuk perdamaian dan kesembuhan bagi semua yang terlibat," tulisnya di X.
Didirikan pada tahun 1830, gereja Mormon menganggap dirinya sebagai badan Kristen, tetapi mendasarkan doktrinnya pada Kitab Mormon, sebuah teks yang menurut para pengikutnya berisi versi yang lebih lengkap dari perkataan Yesus Kristus daripada yang tercatat dalam Alkitab.
Berbasis di negara bagian Utah, AS bagian barat, terdapat gereja Mormon di seluruh dunia, dengan jutaan penganut.
Amerika Serikat, tempat senjata api mudah diperoleh, memiliki sejarah panjang kekerasan bersenjata.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun ketegangan meningkat dalam beberapa minggu terakhir setelah serangkaian serangan besar, termasuk pembunuhan aktivis sayap kanan Charlie Kirk di Utah dan penembakan mematikan di fasilitas penegakan imigrasi federal di Texas.
Serangan hari Minggu juga terjadi sebulan setelah penembakan massal di sebuah gereja dan sekolah Katolik di Minnesota, di mana dua anak tewas saat menghadiri misa, dan beberapa lainnya terluka parah.
Perpecahan politik semakin dalam pasca-serangan tersebut, dengan Trump meluncurkan kampanye untuk menargetkan kelompok sayap kiri yang ia tuduh sebagai "teroris domestik".
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam postingan Truth Social-nya hari Minggu, Trump menulis: "EPIDEMI KEKERASAN DI NEGARA KITA HARUS DIAKHIRI, SEGERA!"
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!